Laporkan Masalah

Pengaruh pendidikan kesehatan reproduksi melalui metode pendidikan sebaya terhadap pengetahuan dan sikap remaja dalam pencegahan kehamilan tak diinginkan (KTD) di SMKN 15 Kotamadya Bandung

IRYANTI, Prof.dr. Mohammad Hakimi, SpOG.,PhD

2003 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat

Latar belakang: Kesehatan reproduksi sangat penting untuk dipahami oleh remaja, karena ketidaktahuan tentang kesehatan reproduksi dengan benar, dapat mengakibatkan remaja melakukan hubungan seksual secara bebas pranikah, sehingga mengakibatkan terjadinya KTD. Hal tersebut mendorong terjadinya peningkatan aborsi, PMS, HIV/ AIDS. Remaja memerlukan pelayanan pendidikan kesehatan reproduksi yang benar, hal ini semakin baik bila diberikan di sekolah oleh teman sebaya, karena dengan teman sebaya lebih terbuka dan lebih mudah berkomunikasi dibandingkan dengan orang tua dan guru, namun di Indonesia upaya tersebut masih banyak ditentang. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan reproduksi melalui metode pendidikan sebaya terhadap pengetahuan dan sikap remaja dalam pencegahan KTD dan manfaatnya. Metodologi: Jenis penelitian quasi eksperimen tipe ex post facto dengan posttest-only control group design, besar sampel 144 orang terdiri dari 72 orang siswa sebagai perlakuan (total sampling) dan 72 orang siswa sebagai kontrol (simple random sampling). Pengumpulan data melalui kuesioner, DKT dan wawancara. Analisis data untuk membandingkan pengetahuan dan sikap remaja tentang pencegahan KTD antara kelompok perlakuan dan kelompok kontrol digunakan uji Mann-Whitney. Keputusan pengujian hipotesis penelitian didasarkan pada taraf signifikansi lima persen atau p = 0,05, sedangkan analisis data kualitatif melalui penyusunan data dengan menggunakan kartu. Hasil: Pengetahuan remaja tentang pencegahan KTD pada kedua kelompok menunjukkan perbedaan yang signifikan nilai p = 0,000 (p<0,05). Peringkat nilai rata-rata pengetahuan remaja tentang pencegahan KTD pada kelompok perlakuan 96,91 sedangkan pada kelompok kontrol 48,09. Demikian juga sikap remaja terhadap pencegahan KTD terdapat perbedaan yang signifikan nilai p = 0,000 (p<0,05). Peringkat nilai rata-rata sikap remaja terhadap pencegahan KTD pada kelompok perlakuan 91,96 sedangkan pada kelompok kontrol 53,04. Hasil DKT dengan siswa dampingan dan wawancara dengan guru, keduanya menilai bahwa program tersebut sangat bermanfaat namun dirasa masih perlu adanya perbaikan dalam hal metode penyampaian materi, jumlah media, koordinasi, disiplin dan tanggung-jawab dari semua pihak yang terkait. Kesimpulan: Terbukti bahwa pendidikan kesehatan reproduksi melalui metode pendidikan sebaya dapat mempengaruhi atau meningkatkan pengetahuan dan sikap remaja dalam pencegahan KTD, dan terbukti metode tersebut bermanfaat. Dengan demikian metode tersebut dapat digunakan sebagai salah satu alternatif pendidikan kesehatan reproduksi yang sesuai bagi remaja.

Background: Reproductive health is very important for youth to understand as unawareness of right reproductive health may lead youth to free sex before marriage leading to unwanted pregnancy and increasing abortion, STDs, HIV/AIDS. Youth needs right reproductive health educational service and it is better for youth classmates to give this sort of service. Classmates are more open and easy to communicate with compared to parents and teachers. However, this attempt is still disagreed in Indonesia. Objectives: To find out the effect of reproductive health education through peer education method on youth s knowledge and attitude in preventing them from unwanted pregnancy and its benefits. Methods: This was an ex post facto quasi experimental study with posttest-only control group design. There were 144 samples consisting 72 students as treatment group of total sampling and 72 students as control group of simple random sampling. Data were gathered through questionnaires, FGD and interviews. Data analysis for comparing the treatment and control groups was Mann-Whitney test. The decision of hypothesis test was based on significant level of 5% or p=0.05; while the qualitative data analysis was done by data management using cards. Results: Youth s knowledge on unwanted pregnancy prevention in both treatment and control groups showed significant difference with p=0.000 (p<0.05). The youth s attitude on unwanted pregnancy prevention showed significant difference with p=0.000 (p<0.05). The FGD with students and interviews with teachers showed that the program was very useful but it needs improvement in delivering the materials, number of media, coordination, discipline, and responsibility of all related parties. Conclusion: It was proven that reproductive health education through peer education may affect or improve youth s knowledge and attitude in preventing unwanted pregnancy, and the method was useful.

Kata Kunci : Kesehatan ANak,Remaja,Kehamilan Tidak Diinginkan,Pendidikan Reproduksi


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.