Explaining the Ukraine Invasion: an Extrapolation on Waltz's Structural Theory
Chivalrous Elnatan Nugrajati, Dr. Nur Rachmat Yuliantoro S.I.P., M.A. (IR)
2023 | Skripsi | Ilmu Hubungan Internasional
Pada tanggal 22 Februari 2022, Rusia mengerahkan pasukan militer ke wilayah Ukraina.Invasi ini merupakan titik kritis dari eskalasi selama bertahun-tahun sejak aneksasi Krimea pada tahun 2014. Studi ini meneliti invasi Ukraina sebagai studi kasus yang - seperti aneksasi Krimea - menegaskan logika keseimbangan kekuatan. Teori ini menyatakan bahwa keseimbangan, setelah terganggu, akan dipulihkan. Namun, ia tidak memiliki kekuatan penjelas untuk menyimpulkan kapan pemulihan tersebut akan terjadi, yang menjadi titik kritik utamanya. Penelitian ini menggunakan metode pengujian teori untuk membuat kerangka kerja untuk menjelaskan bagaimana respon Amerika terhadap invasi Ukraina secara intuitif mendekatkan hubungan Cina dan Rusia. Dengan mengkonseptualisasikan sebuah mekanisme kausal, penelitian ini menemukan bahwa upaya AS untuk menahan Rusia dibalas dengan tindakan penyeimbangan reaksioner yang secara bersamaan memberikan kesempatan bagi Cina untuk menjadi mitra strategis Rusia. Desakan Amerika untuk menyebarkan sumberdayanya untuk menahan Rusia menghasilkan pembusukan hegemoninya sendiri, yang terwujud dalam penolakan negara-negara Selatan terhadap narasi-narasinya tentang topik tersebut.
On 22 February 2022, Russia deployed military forces to Ukraine territory. The invasion is a tipping point from years of escalation since the Crimean annexation in 2014. This study examines the Ukraine invasion as a study case that—like the Crimean annexation—confirms the logics of balance of power. The theory claims that balance, once disrupted, will be restored. However, it lacks explanatory power to deduce when such restoration will occur, which became its main point of criticism. The study employs a theory-testing method to create a framework that allows said claim to explain how America’s response towards the Ukraine invasion intuitively draws China and Russia’s relations closer together. By conceptualizing a causal mechanism, it found that U.S.’s attempt to contain Russia was met with reactionary balancing action which simultaneously provided China the opportunity to become Russia’s strategic partner. America’s insistence on spreading its resources to contain Russia results in its own hegemonic decay, manifesting in the Global South’s rejection of its narratives on the topic.
Kata Kunci : Structural Theory, US Hegemony, China-Russia Relations