Analisis resistance to change dan motivasi kerja terhadap kinerja karyawan bank danamon kantor pusat
Tanti, Prof. Dr. DJamaludin Ancok, M.A.
2007 | Tesis | Magister ManajemenDalam persaingan usaha yang semakin meningkat, peran Sumber Daya Manusia (SDM) yang dimiliki suatu perusahaan dirasakan semakin meningkat. Tidak dapat dipungkiri bahwa kompetensi pegawai dalam suatu perusahaan seringkali menjadi salah satu kunci keberhasilan bisnis, terutama bagi perusahaan-perusahaan yang bergerak dalam industri jasa. Persaingan yang ketat dalam dunia bisnis terutama sektor perbankan menyebabkan adanya pola pembinaan SDM yang terus menerus dimana perusahaan menuntut para karyawan agar berkualitas tinggi dan mampu menghadapi perubahan organisasi yang cepat dan fleksibel. Menghadapi perubahan yang begitu cepat dan tuntutan yang tinggi tersebut akan menyebabkan adanya hambatan-hambatan psikologis pada para karyawan dimana pada umumnya mereka akan menolak perubahan, serta adanya anggapan bahwa selama ini sudah baik dan tidak perlu adanya perubahan merupakan hambatan dalam pengembangan organisasi. Tekanantekanan perubahan organisasi akan menimbulkan stress individu yang mempengaruhi pengembangan organisasi. Penulisan ini bertujuan untuk mempelajari hubungan dan pengaruh resistance to change dan motivasi kerja terhadap kinerja karyawan karena sumber daya manusia yang berkualitas dan menunjukkan kineija yang tinggi amat penting bagi kelancaran roda perusahaan dan para pemilik modal tentunya mengharapkan keuntungan yang optimal dari kinerja karyawannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hipotesis yang menyatakan Resistance to change (Xi) dan Motivasi kerja (X2) berpengaruh secara simultan terhadap kineija karyawan (Y) pada PT. Bank Danamon Kantor Pusat diterima, dengan F hitung 14,427 dengan nilai signifikan = 0,000, sehingga hipotesis nol ditolak dan hipotesis altematif diterima. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa hipotesis yang menyatakan Resistance to change (Xi) dan Motivasi kerja (X2) berpengaruh secara parsial terhadap kinerja karyawan (Y), sehingga hipotesis nol ditolak dan hipotesis altematif diterima. Berpengamhnya resistance to change terhadap kinerja karyawan dikarenakan reaksi terhadap pembahan dapat menumpuk dan kemudian meledak dalam suatu respons yang tampaknya sama sekali tidak proporsional terhadap tindakan pembahan yang diikutinya. Penolakan itu sesungguhnya telah ditunda dan bertumpuk. Motivasi kerja berpengamh terhadap kinerja karyawan karena dengan motivasi kerja yang baik maka akan tercipta kinerja yang baik pula. Pegawai akan membandingkan kineijanya dengan apa yang ia harapkan dan mengevaluasi dua macam penghargaan yang ia terima sampai pada tahap kepuasan atau ketidakpuasan kerja tertentu. Ketika tahap ini telah tercapai, sulit untuk menentukan apa yang akan ia lakukan. Jika tidak puas, ia mungkin akan mengurangi usahanya dan bekerja lebih giat untuk mendapatkan penghargaan yang ia inginkan atau mungkin ia menerima saja ketidakpuasannya. Jika ia sangat puas, tidaklah selalu berarti ia akan bekerja lebih giat.
Main purpose of this paper to examine the relationship and the effect of resistance to change and motivation to employee's performance in Bank Danamon Head Office,, because the qualified and performed human resources are very important to the company and stakeholders, especially in banking business, in terms of high profit purpose. This research found that there's a significantly relationship between resistance to change and motivation to employee's performance, whether simultant or partial. Resistances to change significantly impact to employee's performance because the reaction of the change inside company and work environment, will be explode in unexpectedly reaction which not proportional following the change happened. Motivation also impact significantly to employee's performance because with the strong desire and motivation, employee willing to work hard to get the best and good result, which will impact to their performance. They will compare their performance with the benefit they've got and will evaluate it until certain of satisfied or unsatisfied phase. If they feel unsatisfied with the benefit they've got from the company, they will be deteriorate their performance or work harder to get better apreciation which they've expected. In the other side, if they already satisfied, it's not always that the employee will be work harder than before.
Kata Kunci : Resistance to Change^Motivasi Kerja, Kinerja Karyawan, Perbankan, Sumber Daya Manusia