EVALUASI PERTUMBUHAN PERTANAMAN KEBUN BENIH SEMAI KOMPOSIT Acacia mangium Willd. GENERASI KEDUA (F-2) DI WONOGIRI, JAWA TENGAH
NURUL ELMI FAID, Ir. W. W. Winami, MP. dan Ir. Budi Leksono, MP.
2005 | Skripsi | S1 KEHUTANANStrategi pemuliaan A. mangium yang dilakukan oleh Pusat Litbang Bioteknologi dan Pemuliaan Tanarnan Rutan (P3BPTH) dengan membangun Kebun Benih Semai Komposit A. mangium Willd. Generasi Kedua (F-2) di Wonogiri, Jawa Tengah dibangun tahun 2001. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan hidup dan daya adaptasi, untuk mengetahui adanya variasi antar sub galur dan antar famili di dalam sub galur, untuk mengetahui taksiran nilai heritabilitas, dan untuk mengetahui taksiran perolehan genetik untuk karakter tinggi, diameter da :1 bentuk batang. Penelitian ini dilakukan pada pertanaman A. mangium urnur 3 tahw1. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Acak Lengkap Berblok (RCBD) dengan menggunakan 6 ulangan (blok), 40 farnili (seedlot) yang terdiri dari 10 pohon plus terbaik dari setiap sub galur (4 sub galur), dan 4 pohon per plot (treeplot) dengan jarak tanam 4 x 2 m. Analisis dilal'Ukan pada karakter pertumbuhan (tinggi dan diameter batang ) dan bentuk batang dengan menggunakan analisis sidik ragam dan kovarians. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan hidup clan daya adaptasi tanaman A. mangium urnur 3 tahun di Wonogiri tinggi dengan persen hidup 87 ,50 %. Hasil analii is varians menunjukkan terdapat variasi genetik antar famili dalam sub galur yang diuji untuk sifat tinggi, terkecuali untuk diameter dan bentuk batang; sedangkan variasi antar sub galur tidak terdapat pacla ketiga sifat yang diukur. Taksiran nilai heritabilitas untuk tinggi berkisar sedang sampai tinggi (0,23 - 0,41 ), untuk sifat diameter berkisar dari rendah sampai sedang (0, 11 - 0,29); sedangkan m1tuk bentuk batang hanya sebesar 0. Taksiran nilai perolehan genetik terbesar untuk sifat tinggi dan diameter batang sebesar 3,83 % clan 3,66 % di(;apai apabila dilakukan metode kombinasi seleksi antar famili dan di dalam famili dengan intensitas seleksi sebesar 62,5 % famili dari keseluruhan famili yang diuji dan masing-masing famili diwakili 1 treeplot terbaik.
A Strategy of improvement of A. mangium was carried out by the Centre For Forest Biotecnology and Tree Improvement Research and Development (P3BPTH) by the establishment of composite's seedling seed orchard of A. mangium Willd. second generation (F-2) in Wonogiri, Central Java in 2001. The study objectives was to know the survival ability, determine the variation of among sub-lines and among family within sub-lines, and to determine heritability estimates and genetic gain for height, diameter, and stem form traits. The study was carried out using Randomized Complete Block Design (RCBD) with 6 blocks as replicates, 40 families (seedlots) derived from0 plus- trees from every 4 sublines, and 4 tree per plot with 4x2 m spacing.The analysis for growth traits (height and stem diameter) and stem form were analyzed using analysis of variance and covariance. The result showed that survival abability of piantation of A. mangium at 3 years at Wonogiri was high (87.5 %). The analysis of variance showed that there were variation between families of within the tested sub-lines for height traits, but variation between sub-lines on three traits was not significant. Narrow sense heritability estimate for height traits varied from moderate to high (0.23-0.41); for diameter traits varied from low to high (0.11-0.29);. The Expected genetic gains for height and diameter traits were highest using combined selection among and within family (3.83 % and 3,6 %) respectively with 62.5 % of rouging intensity of families and leaving one best tree in every plot.
Kata Kunci : kebun benih semai komposit, A. mangium, sub galur, variasi, heritabilitas, perolehan genetik