EVALUASI KESESUAIAN LAHAN UNTUK REHABILITASI LAHAN KRITIS (STUDI KASUS DI LAHAN KRITIS DAS NGRANCAH KABUPATEN KULON PROGO DIY)
NOVA INDRI HAPSARI, Ir. Ambar Kusumandari, M.E.S. dan Ir. Supriyandono, M.Sc.
2004 | Skripsi | S1 KEHUTANANPenggunaan lahan akhir-akhir ini semakin tidak bijaksana, tidak lagi diperhatikan kesesuaian daya dukung lahan dengan penggunaan yang dilakukan. Hal ini dikarenakan sumberdaya alam yang tersedia di alam ini jumlahnya tidak lagi mencukupi untuk memenuhi kebutuhan manusia yang jumlahnya terus meningkat. Akibatnya lahan-lahan kritis bermunculan dipermukaan bumi ini yang kemudian membawa dampak bencana seperti tanah longsor, banjir dimusim penghujan dan kekeringan dimusim kemarau. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kembali penggunaan lahan yang ada di DAS Ngrancah sebagai salah satu upaya memberikan usulan rehabilitasi lahan kritis yang terdapat di daerah tersebut dan juga memberikan usulan mengenai teknik konservasi tanah dan air untuk mencegah munculnya lahan-lahan kritis di daerah tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian mengacu pada Frame work of evaluation (FAQ, 1976) tingkat semi detail dengan hukum minimum yaitu membuat matching antara kualitas lahan dengan persyaratan pemanfaatan lahan. Arahan pemanfaatan fungsi kawasan serta teknik konservasi tanah dan air ditentukan dengan mempertimbangkan faktor agroklimat serta kondisi fisik lahan yang meliputi kemiringan lereng dan kedalaman tanah . Berdasarkan analisis yang dilakukan tingkat kesesuaian penggunaan lahan di DAS Ngrancah dikategorikan dalam dua kelas yaitu N 1 (not relevan saat ini) dan N2 (not relevan permanent) dengan faktor pembatas drainase, kemiringan lereng dan besarnya erosi yang terjadi yaitu 5074,96 ton/ha/tahun. Analisis tingkat kesesuaian penggunaan lahan arahan fungsi pemanfaatan lahan dengan penggunaan lahan saat ini menunjukkan 15,94% dari seluruh luas DAS sesuai, sedangkan 39,95% cukup sesuai dan 43% tidak sesuai.
Recently, the use of area is getting reckless, there is no consideration of the suitability of carrying capacity with area utilization. This happens because of the amount of natural resources that available in nature are no longer adequate to fulfill human's need, which always grow gradually. As a result, there are a lot of disasters e.g. landslides, floods in rainy season and drought in dry season. The objectives of this research are to re evaluate land use at Ngrancah River Basin, as one of efforts to rehabilitate critical area, and to determine techniques of water and field conservation in preventing the rising of critical areas at that district. The method of this observation is Frame Work of Evaluation (FAQ, 1976), in semi-detail level with minimum law, by matching between quality area and requirement of utilization of area. The suggestion of land use and technique of soil and water conservation is made with consideration of agro climatic factor and physics condition of area including slope and soil depth. Based on analysis was done, the land suitability level of Ngrancah River Basin, is categorized in two classes, N1 (not relevant temporary) and N2 (not relevant permanent) with drainage limit factors, sloping area and level of erosion which occur, 5074.96 ton/ha/year. This research resulted that the land suitability evaluation showed that 15.94% from width of river flow area Is suitable, while 39.95% is suitable enough, and 43% is not suitable.
Kata Kunci : Lahan, kritis, kesesuaian, konservasi