Laporkan Masalah

Pelatihan dan coaching untuk perbaikan dokumentasi pemberian obat di Bangsal RSUD Prof. Dr. W.Z. Yohannes Kupang Nusa Tenggara Timur

TOUW, Elmer Frank, dr. Hari Kusnanto, DrPH

2003 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat

Penelitian Ini bertujuan untuk melihat sejauh mana pengaruh sebuah pelatihan yang diikuti dengan coaching (bimbingan berkelanjutan) dalam perbaikan dokumentasi pencatatan dan pelaporan obat di ruang rawat inap kelas III Rumah Sakit Umum Prof. Dr. W. Z. Yohannes Kupang-NTT. Penelitian ini bersifat kuasi eksperimental dan effek dari intervensi yang diberikan berupa pelatihan pencatatan dan pelaporan pemakaian obat, kemudian diikuti dengan bimbingan berkelanjutan yang di analisis secara runtun waktu. Hasil dari penelitian memperlihatkan adanya perbedaan setelah pelatihan dan diikuti dengan bimbingan berkelanjutan, kesalahan pencatatan dan pelaporan obat yang tersering adalah keterlambatan pengisian ke status pasien, yang pada akhirnya sering tidak tercatat. Juga pemakaian antibiotika yang cenderung berlebih dapat diturunkan dengan cara membawa hal ini dalam pertemuan rutin Dokter pada coffe morning setiap hari sabtu pagi. Kesulitan yang penulis hadapi adalah sering harus menunggu perawat yang akan di bimbing berkelanjutan ( coaching ) sedang sibuk dengan pekerjaannya dan banyak waktu terbuang, perlu kesabaran, ketelitian, dan juga menjadi pendengan yang baik dan dapat dipercaya oleh orang yang dibimbing berkelanjutan.

This research aimed to identify the effects of a training on medication recording and reporting, followed by coaching (continuing mentorship) in an effort to improve drug information management in class III inpatient ward, Prof. Dr. W. Z. Yohannes Hospital, Kupang-NTT. The design of the study was quasi-experimental or action-researh, to understand the effects of training intervention followed by mentoring, to improve the recording and reporting of medication, and followed over-time. The results of the study indicated improvement after the intervention was implemented. The main problems encountered were delay in the completion of medical records, and medications given to patients were often unrecorded. The evaluation of medication chart also resulted in other benefits, such as rational use of antibiotics after discussions with doctors during routine coffee morning meetings, every Saturday. Difficulties faced during the implementation of the study were time constraints of nurses due to their workload so that patient, dilligence and becoming a good listener and trustworthiness were mandatory.

Kata Kunci : Manajemen Rumah Sakit, Bangsal, Pelatihan dan Coaching, Pemberian Obat, Coaching, training, medication reporting and recording


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.