Laporkan Masalah

Hubungan Antara Literasi Kesehatan Dan Sikap Terkait Penanganan Kegawatdaruratan Oral Dengan Kondisi Tersedak

Restysalya Orvala Rospand Af, Prof. Dr. drg Regina TC. Tandelilin, M.Sc. ; Prayudha Benni S, S. Kp.G., MPH.

2023 | Skripsi | ILMU KEPERAWATAN GIGI

Kegawatdaruratan medis adalah situasi yang tiba-tiba atau tidak terduga yang dapat terjadi di mana saja. Kegawatdaruratan oral merupakan kondisi akut atau restoratif dengan derajat keparahan yang mengganggu pasien saat perawatan gigi dan harus mendapatkan penanganan segera. Tersedak adalah adanya benda asing yang menyumbat tenggorokan. Kegagalan penanganan umumnya disebabkan oleh kurangnya literasi kesehatan dan sikap dalam menghadapi keadaan kegawatdaruratan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya hubungan antara literasi kesehatan dan sikap mahasiswa tingkat sarjana Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Gadjah Mada terkait penanganan kegawatdaruratan oral dengan kondisi tersedak.

Penelitian dengan desain cross-sectional telah dilakukan pada 132 Mahasiswa di Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Gadjah Mada sebagai responden yang terdiri dari 2 program studi yaitu Higiene Gigi dan Kedokteran Gigi. Pengambilan data penelitian dilakukan dengan pengisian kuesioner oleh responden secara langsung. Analisis data menggunakan uji Kendall’s Tau, Kruskal Wallis, Man whitney, dan Chi-Square pada Sig<0>

Analisis bivariat menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat literasi kesehatan dan sikap terkait penanganan kegawatdaruratan oral tersedak. Hasil lainnya menunjukkan bahwa tidak signifikan pada faktor program studi, tahun angkatan, sumber informasi, dan umur terhadap sikap terkait penanganan kegawatdaruratan oral tersedak. Terdapat perbedaan signifikan literasi kesehatan, namun menunjukkan tidak terdapat perbedaan signifikan sikap terkait penanganan kegawatdaruratan oral tersedak pada mahasiswa Higiene Gigi dan Kedokteran Gigi. Kesimpulan dari penelitian ini tidak terdapat hubungan antara literasi kesehatan dan sikap mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Gadjah Mada terkait penanganan kegawatdaruratan oral tersedak, tetapi literasi kesehatan mahasiswa Kedokteran Gigi lebih baik pemahamannya dibandingkan mahasiswa Higiene Gigi, dan sikap mahasiswa Kedokteran Gigi dan Higiene Gigi adalah sama dalam menghadapi kegawatdaruratan yang terjadi.




A medical emergency was a sudden or unexpected situation that could occur anywhere. An oral emergency was an acute or restorative condition of  such severity that interferes with the patient during dental treatment and requires immediate treatment. Choking was the presence of a foreign object blocked the throat. a failed treatment were often due to a lack of health literacy and attitudes toward emergencies. The purpose of this study was to determine the relationship between health literacy and attitudes towards managing oral emergencies and choking diseases among students at the Faculty of Dentistry, Gadjah Mada University.

A study with a cross-sectional design was on 132 students of the Faculty of Dentistry, Gadjah Mada University, including two research projects, dental hygiene and dentistry. Research data were collected by directly filling out questionnaires from the respondents. Kendall's Tau, Kruskal Wallis, Man Whitney, and Chi-square tests with Sig<0>

Bivariate analysis showed that there was no significant relation between health literacy level and attitude towards emergency treatment of oral choking. Other results showed that factors such as program, year of study, source of information and age had no effect on attitudes towards handling oral choking emergencies. There was a significant differences in health literacy, but no significant differences found in oral hygiene and dental students' attitudes towards handling oral choking emergencies. In conclusion, there was no relationship between health literacy and the attitudes of students at the Faculty of Dentistry, Gadjah Mada University toward dealing with oral choking emergencies, but the health literacy of Dentistry students was better understood than that of Dental Hygiene students, and the attitudes of Dentistry and Dental Hygiene students were the same in dealing with emerging emergencies.



Kata Kunci : kegawatdaruratan oral, literasi kesehatan, sikap, tersedak.

  1. S1-2023-440006-abstract.pdf  
  2. S1-2023-440006-bibliography.pdf  
  3. S1-2023-440006-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2023-440006-title.pdf