Metode Pelaksanaan Pekerjaan Penggantian Fender dan Modeling 3D Design Fender Menggunakan Aplikasi Ansys WorkBench di PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 2 Panjang
Nurhalimah, M. Sulaiman, ST., MT., D.Eng.
2023 | Tugas Akhir | D4 TEKNOLOGI REKAYASA PELAKSANAAN BANGUNAN SIPIL
Kinerja Operasional di Pelabuhan
Panjang khususnya pada Dermaga E yang melayani bongkar muat petikemas selalu
mengalami kenaikan setiap tahunnya. Melihat begitu banyaknya kapal-kapal yang
singgah setiap tahunnya di PT Pelabuhan Indonesia (Persero) 2 Panjang menyebabkan
fender di dermaga rusak sehingga perlu dilakukan monitoring dan
perencanaan sistem fender menggunakan aplikasi E-FM dan Ansys Workbench untuk mengetahui kondisi eksisting fender dan mengetahui
jenis fender yang digunakan berdasarkan hasil perencanaan sistem fender dan
inspeksi di lapangan.
Proyek akhir ini dilakukan
dengan cara pengambilan data primer dan sekunder. Data primer didapat dengan
melakukan observasi langsung ke lapangan sesuai kondisi eksisting dan melakukan
wawancara di lapangan. Sedangkan data sekunder didapatkan dari berbagai buku
referensi dari perusahaan dan jurnal–jurnal serta penelitian terdahulu seperti
data perencanaan dermaga, data spesifikasi kapal, data prosedur kapal tunda dan data lingkungan.
Metode pelaksanaan pekerjaan penggantian fender di Pelabuhan Panjang yaitu
mengukur elevasi eksisting; pembongkaran fender dan angkur baut lama dengan core drill; memasang angkur baut baru
dengan grouting; dan pemasangan
fender baru dengan forklift truck.
Berdasarkan hasil inspeksi dan
monitoring di Dermaga E terdapat 12 fender rusak berat, 14 fender dalam proses
perbaikan dan 85 fender dalam kondisi baik; Dermaga 004-PJG terdapat 14 fender
dalam proses perbaikan dan 17 fender dalam kondisi baik; dan Dermaga 005-PJG
terdapat 4 buah fender dalam proses perbaikan dan 34 fender dalam kondisi baik.
Berdasarkan hasil perencanaan
sistem fender di Pelabuhan Panjang didapatkan nilai energi benduran sebesar EF=12,59 Ton m dan gaya reaksinya yaitu
sebesar RF=48,14 Ton (KVF 800H), namun karena
keterbatasan tebal lisplang dermaga tidak mencukupi, sehingga dermaga E hanya
mampu menggunakan fender tipe KFV 500H namun membutuhkan minimal dua fender
untuk menyerap energi yaitu EF=12,59/2=6,29 Ton m dan gaya reaksi RF=41,21 Ton.
Kondisi fender berdasarkan
analisis menggunakan aplikasi E-FM di dermaga masih tergolong aman yaitu sebesar 96%.
Operational performance at Panjang Port, especially
at Pier E which serves container loading and unloading, always increases every
year. Seeing so many ships that stop by every year at PT Pelabuhan Indonesia
(Persero) 2 Panjang causes the fenders at the pier to be damaged so it is necessary
to monitor and plan the fender system using the E-FM and Ansys Workbench
applications to determine the existing condition of the fenders and determine
the type of fender used based on the results of the fender system planning and
inspection in the field.
This final project was carried out by collecting
primary and secondary data. Primary data is obtained by making direct
observations to the field according to existing conditions and conducting
interviews in the field. While secondary data is obtained from various
reference books from companies and journals and previous research such as dock
planning data, ship specification data, tugboat procedure data and
environmental data. The method of implementation of fender replacement work at
Panjang Port is measuring the existing elevation; demolition of old fenders and
anchor bolts with core drill; installing new anchor bolts with grouting; and
installing new fenders with forklift trucks.
Based on the
results of inspection and monitoring at Pier E there are 12 fenders that are
severely damaged, 14 fenders in the process of repair and 85 fenders in good
condition; Pier 004-PJG there are 14 fenders in the process of repair and 17
fenders in good condition; and Pier 005-PJG there are 4 fenders in the process
of repair and 34 fenders in good condition. Based on the results of the
planning of the fender system at Panjang Harbor, the value of impact energy is
EF=12.59 Ton m and the reaction force is RF=48.14 Ton (KVF 800H), but due to
limitations the thickness of the pier is insufficient, so Pier E is only able
to use KFV 500H type fenders but requires a minimum of two fenders to absorb
energy, EF=12.59/2 = 6.29 Ton m and reaction force RF=41.21 Ton. The condition
of the fenders based on analysis using the E-FM application at the pier is
still relatively safe at 96%.
Kata Kunci : Pelabuhan Panjang, Fender, Inspeksi, Ansys Workbench, E-FM