Laporkan Masalah

EVALUASI KINERJA PROGRAM QUICK WINS SMART CITY TAHUN 2018 KABUPATEN KULON PROGO

Alya Rengganis, Dr. Bevaola Kusumasari, S.I.P., M.Si.

2023 | Tesis | S2 Administrasi Publik

Implementasi konsep Smart City di Kabupaten Kulon Progo yang diinisiasi pada tahun 2018 merupakan langkah strategis untuk mengatasi sejumlah permasalahan yang tengah dihadapi daerah. Dalam proses pengembangan Smart City, diawali dengan melaksanakan program-program Quick Wins, yaitu serangkaian inisiatif yang dirancang untuk memberikan dampak langsung dalam jangka pendek. Program-program ini mencakup perbaikan-perbaikan sederhana tetapi cukup strategis dalam menyelesaikan permasalahan-permasalahan di Kabupaten Kulon Progo. Naskah ini membahas tentang sejauh mana implementasi program Quick Wins di Kabupaten Kulon Progo mampu mengatasi permasalahan yang ada juga berkaitan dengan keberlanjutan inisiasi program tersebut.
Penelitian ini mengevaluasi kinerja program Quick Wins Smart City tahun 2018 Kabupaten Kulon Progo menggunakan enam kriteria evaluasi kebijakan yaitu efektivitas, efisiensi, kecukupan, pemerataan, responsivitas, dan ketepatan. Lebih jauh, penelitian ini juga melihat keberlanjutan program Quick Wins Smart City tahun 2018 di Kabupaten Kulon Progo melalui tiga indikator yaitu kebermanfaatan, partisipasi, dan sumber daya. Metode yang digunakan dalam penelitian berupa metode penelitian kualitatif deskriptif dengan menggunakan sumber data primer dan sekunder.
Program Quick Wins yang dimunculkan dalam Smart City Kabupaten Kulon Progo tahun 2018 adalah program IzinKU, BumilKU, dan BelabeliKU. Berdasarkan hasil penelitian ini, ketiga program Quick Wins Smart City tersebut menunjukkan kinerja dan keberlanjutan yang beragam. IzinKU sebagai program yang bertujuan untuk mempermudah perizinan secara online digantikan dengan aplikasi OSS dari pemerintah pusat. Kinerja aplikasi OSS mengindikasikan hasil yang baik namun masih belum cukup untuk menyasar seluruh pelaku usaha di Kabupaten Kulon Progo untuk memiliki izin usaha. Aplikasi OSS sudah berjalan dengan baik bahkan berkelanjutan. Selanjutnya program BumilKU merupakan program yang berfokus untuk mengurangi angka kematian pada ibu hamil dan anak. Berdasarkan kriteria evaluasi kebijakan, program BumilKU memiliki kinerja yang baik namun masih belum cukup untuk meniadakan angka kematian ibu dan anak di Kabupaten Kulon Progo. Hal tersebut juga dipengaruhi oleh kondisi eksternal. Program BumilKU sudah berjalan dengan baik dan memiliki tingkat keberlanjutan yang tinggi. Terakhir, program BelabeliKU yang dibagi menjadi dua kategori, yaitu BelabeliKU sebagai gerakan dan BelabeliKU sebagai aplikasi. Gerakan BelabeliKU berjalan dan berkelanjutan dengan baik meskipun masih kurang dalam aspek responsivitas. Sedangkan aplikasi BelabeliKU sudah tidak berkelanjutan dan memiliki kinerja yang kurang baik. Dalam konteks ini, menunjukkan bahwa inovasi Smart City tidak harus selalu berkaitan dengan teknologi. Akan tetapi, bagaimana sebuah inovasi dapat merespon kebutuhan masyarakat dengan cerdas.

The implementation of the Smart City concept in Kabupaten Kulon Progo, which was initiated in 2018, is a strategic step to overcome numerous problems currently being faced. The Smart City development process begins with implementing Quick Wins programs, which are a series of initiatives designed to provide an immediate impact in the short term. These programs include simple but strategic improvements in solving problems in Kabupaten Kulon Progo. This manuscript discusses the extent to which the implementation of the Quick Wins program in Kabupaten Kulon Progo is able to overcome existing problems and is also related to the sustainability of the program implementation.

This research evaluates the performance of the 2018 Quick Wins Smart City program in Kabupaten Kulon Progo using six policy evaluation criteria, including effectiveness, efficiency, adequacy, equity, responsiveness, and appropriateness. Furthermore, this research also evaluates the sustainability of the 2018 Quick Wins Smart City program in Kabupaten Kulon Progo through three indicators: benefits, participation, and resources. The research was conducted in descriptive qualitative method using primary and secondary data sources.

The Quick Wins program implemented in the Kulon Progo's Smart City in 2018 was IzinKU, BumilKU, and BelabeliKU programs. Based on the results of this research, the three Quick Wins Smart City programs show varying performance and sustainability. IzinKU, a program that aims to make online permission easier, has been replaced with an OSS application from the central government. The performance of the OSS application indicates good results but still needs to be improved to serve all business actors in Kabupaten Kulon Progo to have business permits. The OSS application has been running well and even continuously. Furthermore, the BumilKU program is a program that focuses on reducing the death rate for pregnant women and children. Based on policy evaluation criteria, the BumilKU program has performed well. However, it is still insufficient to eliminate maternal and child mortality in Kabupaten Kulon Progo, which is affected by external conditions. The BumilKU program has been running well and has a high level of sustainability. Finally, the BelabeliKU program is divided into two categories: BelabeliKU as a movement and BelabeliKU as an application. The implementation of the BelabeliKU movement is running and continuing well, although it still lacks responsiveness. Meanwhile, the BelabeliKU application is no longer sustainable and needs better performance. This context shows that Smart City innovation can be related to something other than technology. However, it is about how innovation responds to society's needs intelligently.

Kata Kunci : Evaluasi Kebijakan; Keberlanjutan Program; Quick Wins; Smart City / Policy Evaluation; Program Sustainability; Quick Wins; Smart City

  1. S2-2023-471494-abstract.pdf  
  2. S2-2023-471494-bibliography.pdf  
  3. S2-2023-471494-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2023-471494-title.pdf