Hubungan Kesejahteraan Spiritual dan Resiliensi pada Pasien Kanker Dewasa Awal
Kenia Suci Adristi, Sofia Retnowati, Prof. Dr., MS., Psikolog
2023 | Skripsi | PSIKOLOGI
Kanker merupakan salah satu penyakit kronis dengan tingkat kematian tertinggi di dunia. Tak hanya itu, kanker juga memiliki pengaruh yang signifikan terhadap berbagai aspek kehidupan penderita dan orang-orang terdekatnya. Bagi pasien berusia dewasa awal, penyakit ini dapat memberikan efek samping psikologis yang lebih berat karena hadirnya penyakit ini dapat menjadi halangan dalam pemenuhan tugas perkembangan mereka. Resiliensi merupakan salah satu kualitas personal yang dapat membantu individu dalam bertahan melalui masa sulit, tak terkecuali pada penderita penyakit kanker. Kesejahteraan spiritual menjadi salah satu faktor protektif yang dapat menunjang resiliensi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara kesejahteraan spiritual dengan resiliensi pada pasien kanker usia dewasa awal. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif korelasional dengan pendekatan survei. Resiliensi diukur menggunakan Connor-Davidson Resilience Scale dan kesejahteraan spiritual diukur menggunakan Spiritual Well-Being Scale. Partisipan penelitian ini terdiri dari 52 orang pasien kanker dewasa awal berusia 18-40 tahun dan dilaksanakan di poli kanker di sebuah rumah sakit di Gombong, Kebumen, Jawa Tengah. Hasil analisis data menggunakan metode uji korelasi Pearson menunjukkan adanya hubungan antara kesejahteraan spiritual dengan resiliensi (r=0,419; p<0>). Sumbangan efektif kesejahteraan spiritual terhadap resiliensi sebesar 17,5% sedangkan 82,5% sisanya dipengaruhi oleh faktor lain.
Cancer is one of the chronic diseases with the highest mortality rate in the world. Not only that, cancer also has a significant influence on various aspects of the lives of its sufferers and those closest to them. For patients in early adulthood, this disease can provide more severe psychological side effects by disturbing their developmental tasks. Resilience is a personal quality that could help individuals, including cancer patients, to survive through adversity. Spiritual well-being is one of the protective factors that can promote one’s resilience. The purpose of this study was to determine the relationship between spiritual well-being and resilience in young adult cancer patients. This research was conducted using correlational quantitative method with survey approach. Resilience is measured using the Connor-Davidson Resilience Scale and spiritual well-being is measured using the Spiritual Well-Being Scale. The participants in this study consisted of 52 young adult cancer patients aged 18-40 years and were carried out at the cancer polyclinic at a hospital located in Gombong, Kebumen, Central Java. Analysis using Pearson's product moment correlation method shows that there is a positive correlation between spiritual well-being and resilience (r=0,419; p<0>
Kata Kunci : kanker, dewasa awal, kesejahteraan spiritual, resiliensi/cancer, young-adult, spiritual well-being, resilience