Laporkan Masalah

Perubahan sosial pesantren di Tasikmalaya pada paruh pertama abad ke-20 (1905-1950)

HAK, Nurul, Prof. Dr. Suhartono

2003 | Tesis | S2 Sejarah

Tesis ini mengkaji perubahan sosial pesantren di Tasikmalaya pada paruh pertama abad ke-20 (1905-1950). Obyek kajian terdiri dari tiga pesantren terkemuka di Tasikmalaya, yaitu Pesantren Suryalaya, Sukamanah, dan Cipasung. Kajian tesis ini dimaksudkan untuk memahami karakteristik dinamika sosial-politik dan sosial budaya pesantren dan keunikannya dalam menghadapi tuntutan perubahan sosial-politik dan sosial budaya abad ke-20. (1905-1950). Ada tiga era yang dihadapi pesantren selama abad ke-20 tersebut, yaitu era kolonialisme Belanda akhir, pendudukan Jepang dan Revolusi Pisik pasca kemerdekaan hingga tahun 1950. Masing-masing era memiliki dominasi karakter dan ciri tertentu yang berhadapan langsung dengan pesantren, sehinngga respon yang dilakukan pesantren dalam ketiga era tersebut juga relatif berlainan. Dalam merekonstruksi sejarah pesantren di Tasikmalaya ini digunakan metode sajarah dan sejarah lisan. Metode sajarah dimulai dengan proses pengumpulan data dan fakta (heuristik), kritik sumber, interpretasi, analisis, dan konstruksi sumber melalui historiografi. Sejarah lisan juga digunakan sebagai salah-satu metode mengingat minimnya sumber primer mengenai pesantren di Tasikmalaya tersebut. Melalui sejarah lisan ini, penulis melakukan wawancara dengan beberapa informan, terdiri dari keluarga pesantren, tokoh masyarakat, dan masyarakat awam yang sejaman dan mengetahui terhadap obyek kajian tesis ini secara langsung. Pendekatan yang digunakan dalam kajian ini adalah pendekatan historis-sosiologis. Teori sosiologis yang digunakan dalam tesis ini adalah teori perubahan sosial dan modernisasi. Yang pertama lebih berhubngan dengan spasial ruang peristiwa yang melingkupi obyek kajian, sedangkan yang kedua lebih berkaitan dengan waktu dari obyek kajian. Hasil kajian tesis ini menunjukkan bahwa pesantren di Tasikmalaya pada paruh pertama abad ke-20 melakukan perubahan secara responsif, adaptatif, dan selektif terhadap tantangan-tantangan eksternal yang bersifat mengancam tradisi dan eksistensinya. Dalam melakukan respon ini, pesantren di Tasikmalaya “berubah” peran dan fungsinya dari sebuah tradisi ke arah pergerakan sosial dan kultural, sehingga perubahannya pada dasarnya merupakan proses pergerakan yang berdampak sosial. Pengaruh perubahan sosial budaya tampak pada pengembangan sistem pendidikan pesantren secara evolutif, dan perilaku masyarakat pesantren. Sementara perubahan sosial-politik tampak pada peran sertanya dalam mempertegas identitas bangsa dan mempertahankan keutuhan dan kedaulatannya melalui penolakan ide kolonial, perlawanan terhadap pemberontakan terhadap penjajah jepang, dan pertahanan kedaulatan R.I dari ancaman agresi Belanda II dan ideologi Islam DI/TII pimpinan Kartosoewirjo.

This thesis studied a social change of Islamic Boarding School (Pesantren)in the twentieth century (1905-1950).The study object consist of three leading Islamic Boarding Schools in Tasikmalaya, those were The Islamic Boarding School of Suryalaya, Sukamanah, and Cipasung. The study was purposed to understand the dynamic characteristic of the socio-politic, socio-culture of the Islamic Boarding School and its uniquity in facing of the socio-politic and socio-culture demands of change in the twentieth century (1905-1950). There were three eras faced by these Islamic Boarding Schools for the century, those was the end of the Dutch colonialism era, the Japanese era, and the Physical Revolution of the independent post until 1950. In reconstructing this study, it’s used historical method and the oral history method. The former started by the data collecting and the facts (heuristic), sourses criticism, interpretation, analysis, and the contruction through historiography. The latter also being used as one of the methods whereas the minimum of the primary sourses concerning of Islamic Boarding Schools in Tasikmalaya. Through the method, the writer conducted interviews to some informen, including the Islamic Boarding School family members, the society figures, nonexpert people from each period, and they known about the thesis study object directly. The approachment used to elaborate the dynamic and social change of Islamic Boarding schools was a historicsocoilogic approach. The sociologic theory used in the study was coming from the social change and modernization. The first, more related to the event sphere spatial coping the study object, while the second more correlated to the time of the study object. The result of th is study shown that Islamic Boarding schools in Tasikmalaya in the twenteith century conducted some changes responsively, adaftively, and selectively, against the external challenges which is threatively to its tradition and the existence. The Islamic Boarding schools effect was including the socio-culture and socio-politic life, both in the local and national ranges. In the socio-culture, the change effect seen in the Islamic Boarding School society behavior. Meanwhile, the socio-politic change are seen from in the Islamic Boarding School participations in the speed RI’s independence day process through the struggle from the Japanese colonialism, attain its freedom and independence from the Duth aggression, and the Islamic ideologic movement of the DI/TII rebel under the leader Kartosoewirjo.

Kata Kunci : Sejarah Indonesia,Pesantren Tasikmalaya,1905,1950


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.