Sambang Bansos: Inovasi Pembuatan Database Kemiskinan Terpadu di Kabupaten Brebes
Feri Qotro Verhat Amaith, Dr. Agus Joko Pitoyo, M.A.; Dr. Hakimul Ikhwan, M.A.
2023 | Tesis | S2 Mag.Studi Kebijakan
Kemiskinan masih menjadi masalah utama di banyak negara termasuk di Indonesia. Salah
satu upaya dalam mengatasi masalah kemiskinan adalah melalui program
perlindungan sosial. Namun demikian, banyak hal yang menyebabkan program
perlindungan sosial ini tidak berjalan efektif, salah satunya adalah permasalahan
data. Permasalahan data yang terjadi di lapangan terkait dengan data penerima
manfaat yang tidak akurat ataupun data yang ada tidak terintegrasi antara data
pemerintah pusat, provinsi ataupun kabupaten/kota. Brebes merupakan salah satu
kabupaten di Provinsi Jawa Tengah yang termasuk dalam kabupaten dengan
kemiskinan ekstrim. Permasalahan terkait data kemiskinan di Kabupeten Brebes,
mendorong perangkat desa yang tergabung dalam relawan TIK untuk membuat suatu
inovasi yang dapat membantu mereka dalam memperoleh data penerima manfaat yang
akurat dan terintegrasi. Inovasi ini dinamakan Sambang Bansos. Penelitian ini
bertujuan untuk mengkaji bagaimana inovasi Data Sambang Bansos dalam mengatasi
permasalahaan data kemiskinan di Kabupaten Brebes dan mengetahui faktor-faktor
apa yang mempengaruhi pelaksanaan Program Sambang Bansos di Kabupaten Brebes.
Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan teknik analisa
data menggunakan pedekatan interaktif.
Penelitian ini menemukan bahwa
Sambang Bansos memberikan kewenangan kepada OPD yang terlibat untuk melakukan
pembaruan data berdasarkan indikator yang telah ditetapkan. Sambang Bansos pada
tahap awal juga memungkinka adanya proses pemadanan data NIK akan meminimalisir
kemungkinan data yang tidak sesuai dengan data kependudukan. Selain berisi data
penerima kemiskinan, Sambang Bansos juga berisi data lain sesuai dengan
kebutuhan desa. Terkait pertanyaan penelitian yang kedua, faktor-faktor yang
mempengaruhi Sambang Bansos pada tahap invention
adalah kebijakan dan anggaran, aspek operasional dan
implementasi dan aspek teknologi. Pada tahap implementasi, faktor yang berpengaruh
adalah Kepemimpinan dan komitmen, Sumber daya, Kolaborasi dan keterlibatan,
Konteks eksternal. Dan pada Tahap difusi, faktor yang berpengaruh adalah Karakteristik
Inovasi, Opinion leaders dan Change Agent. Rekomendasi kebijakan terkait
Sambang Bansos antara lain Perlu disusun regulasi terkait Sambang Bansos. Peran
Forum Data di berbagai level juga perlu dioptimalkan. Serta perlunya mendorong
penelitian terkait pemanfaatan Sambang Bansos dalam berbagai program
pembangunan.
Poverty is still a major problem in many countries,
including Indonesia. One of the efforts to overcome the problem of poverty is
through social protection programs. However, there are many reasons why this
social protection program is not running effectively, one of the problems is
related to data of poverty. Problems concerning data are related to inaccurate
beneficiary recipient data or existing data that is not integrated between the
central government, provincial government or district government. Brebes is one
of the districts in Central Java with extreme poverty. Problems related to
beneficiary recipient data in Brebes have encouraged village officials who are
members of ICT volunteers to come up with an innovation idea that can assist
them in obtaining accurate and integrated beneficiary recipient data. This
innovation is named Sambang Bansos. Thus, this study aims to find out how
Sambang Bansos overcome the problem of poverty data in Brebes and to find out
what factors influence the implementation of Sambang Bansos in Brebes. The
research method used in this research is a qualitative method with interactive
approach is used as data analysis techniques.
This study found that Sambang Bansos gave authority to
the institution that involved in the program to update data based on
predetermined indicators. Sambang Bansos at the initial stage also allows them
to match their data using national identity number to minimize the possibility
of data that does not match national data warehouse. In addition, Sambang
Bansos also inputted with other data according to village needs. Related to the
second research question, the factors that influence Sambang Bansos at the invention
stage are policies and budgets, operational and implementation aspects and
technological aspects. At the implementation stage, the influencing factors are
leadership and commitment, resources, collaboration and involvement, external
context. And in the diffusion stage, the influencing factors are the
Characteristics of Innovation, Opinion Leaders and Change Agents. Policy
recommendations related to Sambang Bansos include the need to formulate
regulations related to Sambang Bansos. The role of the Data Forum at various
levels also needs to be optimized. As well as the need to encourage research
about the use of Sambang Bansos in various program.
Kata Kunci : Sambang Bansos, Inovasi Sektor Publik, Data Kemiskinan