Radical Islam in Surakarta and response of the Christian community
YAHYA, Ismail, Prof. Dr. Machasin, M.A
2003 | Tesis | S2 Ilmu Perbandingan AgamaPenelitian ini merupakan penelaahan sosiologis berkenaan dengan respons komunitas Kristiani Surakarta terhadap geraka-gerakan umat Islam yang sering dikelompokkan dalam label Islam radikal. Subyek atau responden penelitian adalah komunitas Kristiani di Surakarta dengan segmentasi sosial yang beragam. Penelitian ini berlangsung di Surakarta sebagaio salah satu daerah di mana gerakan-gerakan Islam radikal tumbuh dan berkembang dengan pesat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dan mengungkap: (1) rekasi dan pandangan komunitas Kristiani Surakarta dalam merespons kemunculan dan aktivitas kelompok Islam radikal di Surakarta, (2) Persepsi komunitas Kristiani terhadap potensi keberhasilan kelompok Islam radikal dalam mewujudkan agenda mereka. (3) Ruang-ruang integrasi dan konflik yang melibatkan dua komunitas agama: Islam dan Kristiani (4) Prospek masa depan antar agama. Penelitian in merupakan penelitian kualitatif. Data primer digali dari obsevasi dan wawancara mendalam terhad responden. Pemilihan responden ditentukan lewat metode snowballing. Data sekunder dip[eroleh dari dokumentasi seperti buku, majalah, surat kabar, ensiklopedia, dan dokumen resmi dari pemerintahan daerah Surakarta. Kemudian data-data tersebut dianalisis dengan metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Terdapat pergerseran pandangan dalam umat Kristiani untuk tidak memandang kemunculan kelompok-kelompok Islam radikal sebagai upaya untuk melawan dan memusuhi agama Kristiani, tapi lebih pada perwujudan solidaritas dunia Islam. Kemunculan kelompok radikal dari suatu komunitas agama tertentu, dapat melahirkan –disamping faktor-faktor lain- sifat radikal yang sama atau bahkan lebih radikal dikalangan agama lain, jadi ada radikal tandingan walaupun berbeda karakter antara mereka. Dapat diungkapkan di sini, bila kelompok Islam radikal di Surakarta, karena alas an mayoritas, lebih bersifat outward political orientation seperti sweeping tempat hiburan dan turis, demontrasi dan mobilisasi massa, maka di kelompok Kristen radikal, karena alas an minoritas dan pengaruh teknologi Kristiani, lebih bersifat inward spiritual orientation dan dalam beberapa kasus terjadi misi agama dan proselytism. (2) Secara kultural, kelompok Islam radikal tidak mudah untuk menerpakan agenda mereka. Disamping secara kuantitatif tidak memiliki dukungan banyak juga mereka tidak mendapat simpati dari abangan dan priyayi (3) Konflik dan integrasi merupakan faktor yang melekat pada manusia. Masyarakat Surakarta secara mandiri memiliki ruang-ruang bagi terwujudnya integrasi social tapi juga punya potensi konflik yang mudahtersulut. Karenanya, penciptaan ruang-ruang integrasi yang lebih luas, alami, permanen, berkelanjutan, dan bersifat bottom-up dapat mengurangi dan meredakan konflik-konfli ksosial di masyarakat. (4) Baik dan buruk hubungan antar agama terutama hubungan umat Muslim dan Kristiani tergantung kepada orientasi masa depan mereka. Semakin radikal masing-masing komunitas, maka akan semakin buruk hubungan diantara mereka. Elite agamawan diharapkan dapat menjaga pengikutnya tidak menjadi radikal.
Available in Fulltext
Kata Kunci : Islam, Radikalisme, Reaksi dan Persepsi Masyarakat Kristiani