Optimasi industri ruamh tangga gula aren pada kelompok usaha bersama (KUB) dan bukan KUB di desa Pemepek kecamatan Pringgarata kabupaten Lombok Tengah
MUHAMMAD, Adnan H, Prof. Dr. Ir. Masyhuri
2003 | Tesis | S2 Ekonomi PertanianPenelitian ini bertujuan (1) mengetahui pengaruh faktor produksi terhadap tingkat produksi dan faktor produksi yang dominant pengaruhnya, (2) mengetahui efisiensi penggunaan faktor produksi secara teknis dan harga, (3) mengetahui penggunaan input optimal yang memaksimumkan keuntungan, (4) mengetahui output optimal yang memaksimumkan keuntungan, (5) mengetahui keuntungan maksimal yang dapat dicapai KUB dan bukan KUB, (6) keuntungan per unit produksi yang dapat dicapai KUB dan bukan KUB. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Pemepek Kecamatan Pringgarata Kabupaten Lombok Tengah, April – Juni 2003, menggunakan metode analisa deskriptif, melibatkan 16 responden industri rumah tangga gula aren pada KUB dan bukan KUB masing-masing 8 responden. Untuk analisa digunakan fungsi Cobb-Douglass OLS dan MLE dan dilanjutkan dengan uji Z. Hasil analisis menunjukan, faktor produksi pada KUB nira, kayu bakar dan kayu korot berpengaruh nyata terhadap produksi dan pada bukan KUB faktor produksi nira, kayu korot dan minyak kelapa.. Faktor produksi pada KUB yang paling dominan mempengaruhi produksi gula aren adalah bahan baku nira kemudian diikuti minyak kelapa, kayu bakar, kayu korot dan tenaga kerja wanita sedangkan pada bukan KUB adalah minyak kelapa kemudian diikuti dengan tenaga kerja wanita, nira, kayu korot dan kayu baker. Penggunaan faktor produksi nira segar, kayu bakar, kayu korot, tenaga kerja wanita dan minyak kelapa pada KUB dan bukan KUB tingkat efisiensi teknisnya sama, dan penggunaan faktor produksi nira segar, kayu bakar, kayu korot, tenaga kerja wanita dan minyak kelapa tidak ada satupun yang efisien secara harga, Jumlah penggunaan input optimal yang memaksimalkan keuntungan pada KUB adalah bahan baku nira 3.02 liter, kayu bakar 1.16 ikat, kayu korot 57.21 gram dan tenaga kerja wanita 0.04 HKO dan pada bukan KUB bahan baku nira 0.47 liter, kayu bakar 0.42 ikat, kayu korot 44.07 gram, tenaga kerja wanita 0.15 HKO dan minyak kelapa 394.10 mililiter. Tingkat produksi optimal yang memaksimalkan keuntungan pada KUB sebesar 16,35 kg dan pada bukan KUB output yang memaksimalkan keuntungan atau meminimalkan kerugian terdapat pada tingkat output 20.34 kg , keuntungan maksimal pada KUB sebesar Rp 64 865 dan pada bukan KUB kerugian minimal sebesar Rp 30 000. Keuntungan per unit produksi pada KUB sebesar Rp 317 dan pada bukan KUB sebesar -Rp 920 atau kerugian Rp 920.
This research aimed to knowing (1) the influence of factors of production to level produce and factors of production which its influence dominant, (2) the technically and price efficiency usage of factors of production, (3) the usage of optimal input which maximize profit, (4) the optimal output which maximized profit, (5) the maximal profit able to reach by KUB and Non KUB, (6) the profit per production unit able to reach by KUB and Non KUB. This research is executed at Desa Pemepek Kecamatan Pringgarata Kabupaten Lombok Tengah, April-june 2003, using descriptive analisys method, entangling 16 palm sugar home industry responder at KUB and Non KUB each 8 responder. For analisys used by function of Cobb-Douglass OLS and of MLE and continued with Z test. The result of analisys indicated that the factors of production sap, firewood and korotwood significant of product at KUB, whereas at Non KUB sap, korotwood and palm oil. Factors of production most dominant influence of palm sugar production at KUB is sap then followed palm oil, firewood, korotwood and woman labour, whereas at Non KUB is palm oil then followed woman labour, sap, korotwood and firewood. Usage of factors of production of sap, firewood, korotwood, woman labour and palm oil at KUB and Non KUB its technically efficiency is same and usage of factors of production of sap, firewood, korotwood, woman labour and palm oil no reached price efficiency. The optimal input which maximize profit at KUB is sap 3.02 litre,firewood 1.16 fastening, korotwood 57.21 gram, woman labour 0.04 mandays and at Non KUB sap 0.47 litre, firewood 0.42 fastening, korotwood 44.07 gram, woman labour 0.15 mandays and palm oil 394.10 millilitre. The optimal production which maximize profit at KUB equal to 16.35 kilogram and at Non KUB 20.34 kilogram. Maximal profit at KUB equal to Rp.64 865 and at Non KUB minus Rp. 30 000. The profit perunit produce at KUB equal to Rp. 317 and at Non KUB equal to minus Rp. 920.
Kata Kunci : Ekonomi Pertanian,Industri Rumah Tangga Gula Aren,KUB, factor of production, technically and price efficiency, input, output and profit, group KUB and Non KUB