Pengaruh waktu dua varietas jagung pada pertanaman tumpanggilir dengan dua varietas bawang merah terhadap pertumbuhan dan hasil
BUDIWASITO, Sigid Totok, Prof. Dr. Ir. Tohari, M.Sc
2003 | Tesis | S2 AgronomiSuatu penelitian tentang pengaruh waktu tanam dua varietas jagung pada pertanaman tumpanggilir denga n dua varietas bawang merah dilaksanakan di Desa Sidera Kecamatan Sigi Biromaru Kabupaten Donggala Propinsi Sulawesi Tengah mulai bulan Maret sampai Juli 2003. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah pertanaman tumpanggilir antara bawang merah dan jagung dapat meningkatkan total hasil dan produktivitas lahan, serta untuk mengetahui pengaruh waktu tanam dua varietas jagung pada dua varietas bawang merah terhadap pertumbuhan dan hasil. Percobaan lapangan disusun dalam rancangan acak kelompok lengkap faktorial 2 X 2 X 2 faktor dengan 3 blok sebagai ulangan ditambah 2 petak monokultur tanaman bawang merah dan 2 petak monokultur tanaman jagung. Faktor pertama adalah varietas bawang merah yaitu Lokal Palu dan Ampenan. Faktor kedua adalah waktu tanam jagung yaitu saat bawang merah berumur 40 dan 55 hari. Faktor ketiga adalah varietas jagung yaitu Lokal Palu dan Arjuna. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertanaman secara tumpanggilir antara bawang merah dan jagung tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan bawang merah, tetapi menurunkan hasil dibanding monokultur. Pertumbuhan dan hasil jagung yang ditanam secara tumpanggilir dengan bawang merah meningkat. Penanaman jagung pada saat bawang merah berumur 55 hari meningkatkan tinggi tanaman dan hasil jagung dibandingkan saat bawang merah berumur 40 hari. Jagung varietas Arjuna lebih sesuai ditanam secara tumpanggilir dengan bawang merah daripada varietas Lokal Palu. Antar varietas bawang merah tidak ada perbedaan nilai ATER bila jagung disisipkan pada saat bawang merah berumur 40 hari. Penanaman jagung pada saat bawang merah berumur 55 hari diperoleh nilai ATER lebih tinggi bila dilakukan dengan bawang merah varietas Lokal Palu daripada dengan varietas Ampenan.
The research on the effect of planting time of two corn varieties in relay intercropping with two shallot varieties on the growth and yield was conducted in Sidera village of Sigi Biromaru sub-district, Donggala Regency, Central Sulawesi Province from March to July 2003. It aimed to find out if relay intercropping between shallot and corn gives better result than monoculture cultivation, and to study the effect of planting time of two corn varieties with two shallot varieties on the growth and yield. Field experiment was arranged in a randomized complete block design of 2x2x2 factors with 3 replications. Two plots of monoculture of shallot and two plots of monoculture of corn were used as check treatment. The first factor is shallot variety of Lokal Palu and Ampenan. The second factor is planting time of corn after shallot was 40 and 55 days after planting. The third factor is corn variety of Lokal Palu and Arjuna. The research results show that relay intercropping of shallot/corn did not affect the growth of shallot although it decreased shallot yield if compared with monoculture cultivation. The growth and yield of corn in relay intercropping increased. The planting of corn after shallot was 55 days after planting improved the plant height and yield higher than the planting of corn after shallot was 40 days after planting. Corn of Arjuna variety perform better in relay intercropping with shallot when compared with Lokal Palu variety. No real difference of ATER value was indicated between shallot varieties when corn was planted after shallot was 40 days after planting. Planting of corn after shallot was 55 days after planting is better with shallot of Lokal Palu variety than with Ampenan variety.
Kata Kunci : relay intercropping, shallot variety, corn variety and corn planting time, Tumpanggilir,Waktu Tanam,Jagung dan Bawang Putih,Pertumbuhan dan Hasil