Boekhandel Tan Khoen Swie: Konstruksi dan Diseminasi Kebatinan di Indonesia pada Paruh Awal Abad ke-20
Nadila Ika Arifianti, Dr. Samsul Maarif; Dr. Yulianti
2023 | Tesis | S2 Agama dan Lintas Budaya
Diskursus Kebatinan secara resmi hadir di ruang publik pada Kongres Kebatinan Pertama di Indonesia tahun 1955, paruh akhir abad ke-20. Kendati demikian, jejak perkembangannya bisa ditelisik pada periode sebelumnya atau paruh awal abad ke-20 yang mana literatur terkait kebatinan masif diterbitkan. Salah satu penerbit yang populer menerbitkan khasanah pengetahuan Jawa adalah Boekhandel Tan Khoen Swie (BTKS) di Kediri. Melalui terbitan-terbitannya, penelitian ini menilik bagaimana BTKS mengonstruksi dan mendiseminasi pengetahuan kebatinan pada paruh awal abad ke-20. Dengan menggunakan pendekatan sejarah, penelitian ini juga menelisik konteks sosial dan politik pada era tersebut. Pembahasan terhadap situasi sosial dan politik meliputi konteks keberlimpahan literatur kebatinan, lahirnya kebijakan politik etis, kemunculan gerakan teosofi, dan aktivitas javanologi Belanda. Kedudukan BTKS secara umum ditekankan sebagai agen pengetahuan kebatinan yang mengonservasi, mereproduksi, dan mendiseminasi literatur kebatinan. Lebih lanjut, hasil dari penelitian ini menunjukkan konstruksi pengetahuan kebatinan dalam terbitan BTKS dapat dirumuskan dalam tiga tema besar yaitu dualitas, kausalitas, dan ratu adil. Adapun melalui analisis tersebut, dapat digarisbawahi bahwa pengetahuan kebatinan dalam terbitan BTKS bersifat dinamis dan dialektis.
The discourse about Kebatinan officially appeared in the public sphere at the First Kebatinan Congress in Indonesia in 1955, the latter half of the 20th century. Nonetheless, its development can be traced to the earlier period or the first half of the 20th century, when literature related to kebatinan was published massively. One of the popular publishers who published kebatinan literature was Boekhandel Tan Khoen Swie (BTKS) in Kediri. By means of its publications, this research examines how BTKS constructed and disseminated kebatinan knowledge in the first half of the 20th century. By using a historical approach, this study also examines the social and political context of that era. The discussion of the social and political situation includes the context of the abundance of kebatinan literature, the emergence of ethical politics, the appearance of theosophical movements, and Dutch javanological activities. The position of BTKS in general is emphasized as an agent of kebatinan knowledge which conserves, reproduces, and disseminates kebatinan literature. Furthermore, the results of this study show that the construction of kebatinan knowledge in BTKS publications can be formulated in three broad themes, that are duality, causality, and ratu adil. Meanwhile, through this analysis, it can be underlined that kebatinan knowledge in BTKS publications is dynamic and dialectical.
Kata Kunci : Boekhandel Tan Khoen Swie, kebatinan, konstruksi pengetahuan