Social Reactions to Online Disclosure of Sexual Violence
Sarah Marchiani Nur Azijah, Desintha Dwi Asriani, S.Sos, M.A., Ph.D.
2022 | Tesis | S2 Sosiologi
Banyak penyintas kekerasan seksual yang mengungkapkan pengalaman mereka di platform online, termasuk Twitter. Pengungkapan tersebut telah menimbulkan reaksi sosial yang positif dan negatif. Penelitian sebelumnya menemukan bahwa pengguna media sosial menyalahkan para penyintas kekerasan seksual dan ada juga yang mendorong pengguna lain untuk melawan kekerasan seksual. Penelitian ini mengeksplorasi reaksi sosial pengguna Twitter terhadap pengungkapan kekerasan seksual dan narasi yang muncul dari reaksi tersebut. Seribu enam ratus tujuh puluh delapan tweet diekstrak dari fungsi pencarian Twitter dianalisis dalam penelitian ini. Metode social network analysis digunakan, dan tiga orang koder melakukan proses pengkodean. Penelitian ini menemukan subtema yang tidak teridentifikasi dalam penelitian sebelumnya, termasuk kecaman, keingintahuan, berbagi pengalaman yang diklasifikasikan sebagai reaksi sosial positif, dan humor yang diklasifikasikan sebagai reaksi sosial negatif. Narasi dalam reaksi sosial negatif membawa gangguan digital bagi para penyintas kekerasan seksual dengan adanya prasangka, permusuhan, dan normalisasi kekerasan seksual. Di sisi lain, reaksi sosial positif merepresentasikan resistensi dengan melawan pengguna yang bermasalah serta institusi yang bertanggung jawab, serta dengan menceritakan kembali pengalaman kekerasan seksual kepada audiens yang lebih besar.
Many survivors of sexual violence have come forward to disclose their experiences on online platforms, including Twitter. The disclosure has generated positive and negative social reactions. Previous studies have discovered that social media users victimise sexual violence survivors and urge other users to fight against sexual violence. This research explores Twitter users’ social reactions to sexual violence disclosure and the narratives that emerge from the reactions. One thousand six hundred and seventy-eight tweets extracted from Twitter search function were analysed in this study. The social network analysis method was used, and three coders conducted the coding process. This study discovered subthemes not identified in previous studies, including condemnation, curiosity, sharing experiences in positive social reactions, and humour classified as negative social reactions. The narratives within negative social reactions brought digital harm to sexual violence survivors with prejudice, hostility, and normalisation of sexual violence. On the other hand, positive social reactions represent resistance by challenging harmful users and the authority and retelling sexual violence experiences to a bigger audience.
Kata Kunci : Social reaction, digital harms, everyday resistance, online disclosure, sexual violence