Laporkan Masalah

Self Disclosure dalam Hubungan Cross-Sex Friendship pada Masa Remaja

Hanisa Debiwindasari, Dr. Wenty Marina Minza, S.Psi, M.A.

2023 | Skripsi | PSIKOLOGI

Keterbukaan diri pada hubungan pertemanan lawan jenis memiliki korelasi dengan urgensi dalam menjaga kualitas hubungan pertemanan. Remaja akhir menjadi salah satu kategori yang memicu terbentuknya hubungan pertemanan lawan jenis dengan tingginya intensitas keterbukaan diri, karena pada masa ini hubungan antara laki-laki dan perempuan lebih menonjol dibandingkan dengan fase lainnya. Terdapat beberapa karakteristik serta tantangan pada hubungan pertemanan lawan jenis yang mempengaruhi tahapan keterbukaan diri antarindividu. Penelitian yang dilakukan bertujuan untuk mengkaji proses keterbukaan diri dalam hubungan pertemanan lawan jenis pada remaja akhir. Pada penelitian ini digunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus, dimana  pengambilan data dilakukan menggunakan wawancara semi-terstruktur dan observasi. Informan penelitian terdiri dari enam orang atau tiga pasang remaja akhir yang menjalani hubungan pertemanan lawan jenis dan salah satu dari informan tersebut sudah memiliki pasangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses keterbukaan diri dipengaruhi oleh karakteristik keterbukaan diri, dimana berkaitan dengan upaya melakukan keterbukaan diri terhadap hubungan pertemanan. Selain itu, terdapat tantangan yang dialami masing-masing pasangan dan mampu berdampak terhadap proses keterbukaan diri antarindividu, sehingga memicu adanya perbedaan tahap keterbukaan diri dalam hubungan pertemanan lawan jenis.

In cross-sex friendships self-disclosure has a correlation with urgency in maintaining the quality of friendships. Late adolescence is one of the categories that triggers the formation of cross-sex friendships with a high intensity of self-disclosure, because during this period the relationship between men and women is more prominent than in other phases. There are several characteristics of self-disclosure as well as challenges in the cross-sex friendship that affect the stages of self-disclosure between individuals. This research conducted aims to examine the process of self-disclosure in cross-sex friendships in late adolescents. In this study, a qualitative method was used with a case study approach, where data collection was carried out using semi-structured interviews and observation. The research informants consisted of six people or three pairs of late adolescents who had cross-sex friendships and one of the informants already had a partner. The results of the study show that the process of self-disclosure is influenced by the characteristics, which are related to self-disclosure efforts towards friendships. In addition, there are challenges experienced by each partner and can have an impact on the process of self-disclosure between individuals, thereby triggering different stages of self-disclosure in cross-sex friendships.

Kata Kunci : masa remaja, pertemanan lawan jenis, keterbukaan diri

  1. S1-2023-439338-abstract.pdf  
  2. S1-2023-439338-bibliography.pdf  
  3. S1-2023-439338-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2023-439338-title.pdf