Tingkat pemahaman masyarakat tentang demokrasi dalam pemilihan kepala desa dan implikasinya terhadap ketahanan wilayah :: Studi kasus di desa Gatak, kecamatan Ngawen, kabupaten Klaten
WIRYOSUMINTO, Sutarman, Drs. Armaidi Armawi, M.Si
2003 | Tesis | S2 Ketahanan Nasional-
Bagi negara demokrasi, demokratisasi tak boleh henti. Demokrasi jangan hanya sebuah state of minds, tetapi harus menjadi state of actions yang memungkinkan kesejahteraan dan keamanan bagi semua manusia tanpa standar ganda. Demokratisasi di Indonesia dalam hal pengisian suatu jabatan, seiring dengan masa reformasi sekarang ini menjadi wacana yang menarik untuk dicermati. Jabatan Kepala Desa yang selama ini dipilih secara langsung oleh warga desanya ternyata juga belum mampu mengimplementasikan nilai – nilai demokrasi yang ideal. Hal ini berimplikasi terhadap tingkat ketahanan wilayah suatu desa. Pemilihan Kepala Desa yang dilaksanakan di berbagai daerah atas dasar UU No. 5 Tahun 1979 ternyata masih menimbulkan ekses – ekses negatif yang dapat mengancam terwujudnya kesejahteraan dan keamanan bagi warga desanya, maka dengan diundangkannya UU No. 22 Tahun 1999, demokratisasi dalam pemilihan Kepala Desa diharapkan dapat lebih kondusif dan mampu meningkatkan suatu ketahanan wilayah. Atas dasar pemikiran tersebut, maka penelitian ini dimaksudkan untuk mengungkap permasalahan – permasalahan yang timbul sebagai akibat pelaksanaan pemilihan Kepala Desa dalam suatu wilayah. Sedang tujuan dari penelitian ini adalah ingin mengetahui pemahaman, pelaksanaan, serta tanggapan warga desa yang menyelenggarakan pemilihan Kepala Desa atas dasar UU No. 22 Tahun 1999 dan implikasinya terhadap Ketahanan Wilayah. Penelitian ini mengambil lokasi di Desa Gatak, Kecamatan Ngawen, Kabupaten Klaten yang pada tanggal 6 April 2002 menyelenggarakan pemilihan Kepala Desa sebagaimana diatur oleh UU No. 22 Tahun 1999. Penelitian ini bersifat diskriptif kualitatif dengan menggunakan teknik triangulasi. Data diperoleh melalui kuesioner, wawancara langsung dan dokumentasi. Selanjutnya data kuesioner diolah dengan teknik prosentase dan hasilnya dikontrol oleh data wawancara dan dokumentasi untuk mendapatkan hasil akhir. Adapun hasil akhir dari penelitian ini adalah bahwa Tingkat Pemahaman Masyarakat Tentang Demokrasi dalam Pemilihan Kepala Desa Gatak tahun 2002 yang dilaksanakan atas dasar UU No. 22 Tahun 1999 berimplikasi baik, positif dan kondusif terhadap Ketahanan Wilayah Desa Gatak, sehingga pasca pemilihan kepala desa, persatuan dan kesatuan warga desa tetap mantap dan tanpa konflik. Disamping itu, kesejahteraan dan keamanan dapat diperoleh oleh semua warga.
Kata Kunci : Ketahanan Wilayah,Demokrasi,Pemilihan Kepala Desa,Pemahaman Masyarakat, Demokrasi, Pemilihan Kepala Desa, UU No. 22 Tahun 1999 dan Ketahanan Wilayah