Hubungan keteraturan menjalankan sholat dan puasa senin kamis dengan agresivitas
MU'ARIFAH, Alif, Prof. Dr. Sri Mulyani Martaniah, M.A
2003 | Tesis | S2 PsikologiPerilaku agresif yang terjadi di kalangan masyarakat akhir-akhir ini menunjukkan gejala yang memprihatinkan, telah terjadi loncatan yang begitu tajam baik secara kualitas maupun kuantitas. Agresivitas yang dilakukan tidak insidental, melainkan sudah menjadi kebiasaan, bahkan terencana. Kepercayaan terhadap sesuatu yang diyakini memunculkan kepatuhan dalam menjalankan perintah dan larangan. Salah satu bentuk kepercayaan tinggi dalam agama islam antara lain, melaksanakan ibadah ritual sholat lima waktu dengan khusuk dan teratur serta ibadah sunah lainnya, seperti puasa senin kamis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara sholat dan puasa senin kamis dengan agresivitas. Subyek penelitian ini adalah seluruh mahasiswa psikologi Universitas Ahmad Dahlan. Pengumpulan data menggunakan angket, sedang metode analisis data dengan regresi. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya hubungan negatif yang antara keteraturan menjalankan sholat dan puasa senin kamis dengan agresivitas, dengan Ts 5 %. Keteraturan menjalankan sholat memiliki korelasi negatif dengan agresivitas – 0, 168, puasa senin kamis memiliki korelasi negatif dengan agresivitas sebesar – 0, 109. Besarnya sumbangan efektif X1 (sholat) terhadap Y (agresivitas( adalah 3, 823 % dan X2 (puasa senin kamis) terhadap Y (agresivitas) 1, 986 %, Secara bersama-sama memberikan sumbangan sebesar 5, 809 %. Hal ini dapat ditunjukkan dengan persamaan regresi Y= 145, 0938- 0, 21436 X 1- 0, 17436 X2 –0
Aggressiveness in our society becomes a serious matter. It develops so fast either in capacity or quality. It is not just an accidental event, but a daily routine and even a planned activity. The obedience will make him or her do what is instructured and undo what is forbidden by his or her religion. The attitude of an individual who has strong faith in Islam is manifested, among others, by doing five-time prayer (sholat) seriously and regularly and other voluntary, such as Monday Thursday fasting. This research aim to know the correlations Sholat (prayer) and Monday – Thursday Fasting toward aggression. The subyect of the research includes all student of psychology Departement of Ahmad Dahlan University. The sample is taken using proportional random sampling technique. Data is collected through questionnaires and analyzed using regression analysis. The research findings show that there is negative correlation between the regularity in sholat and Monday- Thursday fasting toward aggressiveness with a level of significance 5 %. The negative correlation between doing sholat regularly and aggressiveness is -0, 168, while the negative correlation between Monday-Thursday fasting and aggressiveness is – 0, 109. The effective contribution of variable X 1 (Sholat /prayer) to Y (aggressiveness) is 3, 823 % and the contribution of variable X 2 and Monday – Thursday Fasting to Y (aggressiveness) is 1, 986 %. It means the regularity in doing sholat and Monday-Thursday fasting altogether contribute 5, 809 % toward aggressiveness. Sholat and Monday-Thursday fasting together can be used to predict aggressiveness using the formulation Y = 145, 0938- 0, 21436 X 1- 0, 17436 X2 – 0
Kata Kunci : Agresivitas,Sholat dan Puasa Senin Kamis, Sholat (Player)- Monday Thursday Fasting- Aggressiveness