Laporkan Masalah

Hubungan titer imuniglobulin (IgG) anti MSP119 dengan manifestasi klinis malaria pada penduduk Pulau Sumba, Nusa Tenggara Timur

Dwita Anastasia Deo, Prof. Dr. dr. Marsetyawan, M.Sc., PhD, Prof. dr. E. Elsa Herdiana Murhandarwati PhD., Dr. dr. Umi S. Intansari SpPK(K)

2023 | Disertasi | S3 Kedokteran Umum

Latar Belakang: Data respon imun terhadap merozoit esurface protein (MSP119) terbatas di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah antigen rekombinan MSP119 yang diekspresikan oleh Bombyx mori dapat mendeteksi IgG anti MSP119 serta hubungan dengan manifestasi klinis, reinfeksi dan kepadatan parasit di Pulau Sumba Propinsi Nusa Tenggara Timur.

Metode: Tiga ratus tujuh puluh satu pasien suspek malaria dikonfirmasi secara mikroskopis dn nested-PCR. Pemeriksaan serologis pada H0, minggu ke 12, 24 dan 36 serta saat reinfeksi masing-masing dilakukan terhadap 55, 28, 28, 28 sampel serum

vivax dan 24, 14, 14, 14 serum falciparum. Kriteria eksklusi yaitu malaria campuran, ovale dan malariae, kehamilan, terapi DHP yang tidak adekuat, tidak ada tes darah paska terapi malaria, pindah domisili dan sampel yang dikumpulkan tidak lengkap (kurang dari 36 minggu). Kepadatan parasit dihitung dalam slide darah tebal. Titer IgG anti MSP119 diukur dengan ELISA. Kemampuan antigen rekombinan MSP119 mendeteksi IgG anti MSP119 dilakukan uji aglutinasi, optimasi dengan checkerboard dan pengukuran cut off. Kinetika titer IgG anti MSP119 selama 36 minggu, dianalisis secara deskriptif. Hubungan titer IgG anti PfMSP119 dan IgG anti PfMSP119 dengan manifestasi klinis dianalisis dengan regresi logistik. Hubungan dengan reinfeksi dianalisis dengan chi-square dan korelasi titer dengan kepadatan parasit dianalisis dengan uji Spearman.

Hasil: Antigen rekombinan MSP119 yang diekspresikan pada Bombyx mori mampu mendeteksi IgG anti MSP119. Titer IgG anti PvMSP119 bertahan pada minggu ke- 12 selanjutnya menurun hingga akhir pengamatan, sedangkan titer IgG anti PfMSP1

19 menurun hingga akhir pengamatan. Titer IgG anti PvMSP119 yang tinggi berhubungan dengan manifestasi klinis ringan, tetapi berbeda pada titer IgG anti- PfMSP1-19 tidak berhubungan dengan manifestasi klinis. Titer IgG MSP119 tidak berhubungan dengan kepadatan parasit dan reinfeksi.

Kesimpulan: Ada hubungan IgG anti PvMSP119 dengan manifestasi klinis namun pada IgG anti PfMSP119 tidak ada hubungan.


Background: Data on immune response to merozoite esurface protein (MSP1-19) is limited in Indonesia. This study aims to determine whether recombinant MSP1-19 antigen expressed by Bombyx mori can detect anti MSP1-19 IgG and the association with clinical manifestations, reinfection and parasite density in Sumba Island, East Nusa Tenggara Province.

Method: Three hundred and seventy-one suspected malaria cases were confirmed microscopically and nested-PCR. Serological examinations at H0, weeks 12, 24 and 36 and at reinfection were performed on 55, 28, 28, 28, 28 vivax and 24, 14, 14, 14 falciparum serum samples, respectively. Exclusion criteria were mixed malaria, ovale and malariae, pregnancy, inadequate DHP therapy, no post-treatment blood test, moving and incomplete sample collection (less than 36 weeks). Parasite densities were calculated on thick blood smears. Anti-MSP119 IgG titer was measured by ELISA. The ability of recombinant MSP119 antigen to detect anti-MSP1-19 IgG was determined by agglutination test, checkerboard optimisation and cut-off measurement. The kinetics of anti-MSP119 IgG titre over 36 weeks was analysed descriptively. Associations of anti-PfMSP119 IgG titer and anti-PfMSP119 IgG with clinical manifestations were analysed by logistic regression. Associations with reinfection were analysed by chi-squared and correlations of titres with parasite density were analysed by Spearman's test.

Result: Results: Recombinant MSP119 antigen expressed on B0mbyx mori was able to detect anti-MSP1-19 IgG. The anti-PvMSP119 IgG titer persisted at week 12 and then decreased until the end of the observation period, whereas the anti-PfMSP119 IgG titer decreased until the end of the observation period. High anti-PvMSP1-19 IgG titres were associated with mild clinical manifestations, whereas anti-PfMSP119 IgG titres were not associated with clinical manifestations. MSP119 IgG titre was not associated with parasite density and reinfection.

Conclusions: There is an association of IgG anti PvMSP119 with clinical manifestations, but no association with IgG anti PfMSP119.


Kata Kunci : rekombinan MSP119, malaria, manifestasi klinis, reinfeksi, kepadatan parasit

  1. S3-2023-420284-abstract.pdf  
  2. S3-2023-420284-bibliography.pdf  
  3. S3-2023-420284-tableofcontent.pdf  
  4. S3-2023-420284-title.pdf