Peran Dukungan Sosial Teman Sebaya dan Regulasi Diri dalam Belajar terhadap Resiliensi Akademik pada Remaja
ARISTA MEIDY DYAH RESWARA, Prof. Dr. Tina Afiatin, M. Si., Psikolog.
2023 | Tesis | S2 Magister Profesi Psikologi
Kegiatan pembelajaran yang berdampingan dengan teknologi digital menjadikan proses pembelajaran lebih praktis yang tidak terbatasi oleh ruang dan waktu. Teknologi informasi dan komunikasi tidak hanya mempengaruhi sistem pembelajaran tetapi juga remaja sebagai individu. Pembelajar perlu melakukan penyesuaian terhadap kondisi tersebut, termasuk perubahan dan tantangan yang ada pada kegiatan pembelajaran atau biasa disebut dengan resiliensi akademik. Penelitian ini mengkaji resiliensi akademik dari faktor-faktor yang dapat memprediksi berupa dukungan sosial teman sebaya dan regulasi diri dalam belajar. Penelitian ini melibatkan 362 remaja pada rentang usia 15-18 tahun dengan jenjang pendidikan sekolah menengah atas di pembelajaran era digital. Desain penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif, non eksperimental. Data dikumpulkan menggunakan tiga skala pengukuranxyaitu SkalaxDukunganaSosialaTeman Sebaya,aSkalaaRegulasiaDiriadalamaBelajar, danxAcademicxResiliencexScale (ARS-30). Hasil analisis menunjukkan bahwa hipotesis diterima, sehingga dapat disimpulkan bahwa dukungan sosial teman sebaya dan regulasi diri dalam belajar secara bersama-sama mampu memprediksi resiliensi akademik pada remaja dengan persentase sumbangan efektif sebesar 47%. Kontribusi regulasi diri dalam belajar sebesar 36,6?n dukungan sosial teman sebaya memberikan sumbangan sebesar 10,3% terhadap resiliensi akademik.
Digital technology makes learning activities more practical and not limited by space and time. Information and communication technology not only affects the learning system but also adolescents as individuals. These conditions require students to adjust changes and challenges in learning activities or what is called academic resilience. This study examines academic resilience from factors that can predict peer social support and self-regulated learning. This research consists of 362 adolescents in the digital learning era. The criteria are adolescent subjects in the age range of 15-18 years with high school education levels who use digital technology in learning. The research design used in this study is a quantitative, non-experimental approach. Data collection used three measurement scales, namely the Peer Social Support Scale, the Self-Regulated Learning Scale, and the Academic Resilience Scale (ARS-30). The results of the analysis show that the hypothesis is accepted, so it can be concluded that peer social support and self-regulated learning can simultaneously predict academic resilience in adolescents with an effective contribution proportion of 47%. The contribution of self-regulated learning is 36.6% and peer social support contributes 10.3% to academic resilience.
Kata Kunci : dukungan sosial teman sebaya, regulasi diri dalam belajar, resiliensi akademik