Perkembangan kelompok bimbingan ibadah haji :: Studi pada kelompok Arofah di Bantul dan kelompok Multazam di Yogyakarta
BAHIROH, Siti, Prof. Dr. Sunyoto Usman
2003 | Tesis | S2 SosiologiHaji merupakan bagian dari ibadah ritual umat Islam yang berbeda dengan ibadah lainnya. Ibadah haji mencakup dua aspek yang harus dipenuhi yakni aspek batiniah dan aspek lahiriah. Aspek batiniah dimaksudkan bahwa seseorang yang akan beribadah haji harus benar-benar ikhlas dan pasrah kepada Allah SWT. Sedangkan pada aspek lahiriah berupa latihan fisik dan menghafal do'a-do'a rangkaian beribadah. Pada aspek lahiriah inilah pada kenyataannya tidak semua orang, terlebih mereka yang termasuk orang aam tidak mampu belajar atau latihan sendiri. Hal itu bukan saja karena keterbatasan pengetahuan atau wawasan agama namun juga karena diperlukan adanya gambaran yang lengkap tentang pelaksanaan ibadah haji itu sendiri. Untuk itulah maka seseorang yang akan beribadah haji sangat membutuhkan bimbingan orang lain yang pernah melaksanakan ibadah haji. Dengan adanya kebutuhan akan bimbingan tersebut maka banyak organisasi sosial keagamaan meresponsnya dengan mendirikan lembaga Kelompok Bimbingan Ibadah Haji ( KBIH ), yang kini mencapai 20 KBIH kendati kuota calon jama'ah DIY hanya berkisar 2500 porsi per tahun. Kelompok Bimbingan Ibadah Haji tersebut tumbuh dan berkembang baik di perkotaan maupun pedesaan dengan dinamika dan kecenderungan yang berbeda. Permasalahan yang timbul adalah mengapa KBIH-KBIH tersebut dapat berkembang, dan bagaimana dengan adanya perkembangan tersebut? Apa persamaan dan perbedaannya? Dari pembahasan tesis yang mengambil subyek penelitian KBIH Arofah di Kabupaten Bantul dan KBIH Multazam Kota Yogyakarta sampai pada kesimpulan bahwa secara kelembagaan dan organisasi kedua KBIH tersebut sama, namun berbeda dalam membangun kelompoknya. Adanya perkembangan KBIH-KBIH tersebut sebenarnya terjadi komersialisasi dalam kerangka mengembangkan lembaga KBIH masing-masing.
Haji is the part of religious service of different ritual Islam people with the other religious service. religious service of Haji include; cover two aspect which must be fulfilled namely spiritual and lahiriah aspect . Spiritual aspect intended that somebody of religious service to haji have to really candid and surrender to God almighty. While lahiriah aspect in the form of physical practice and memorize the prays of religious service network. The this lahiriah aspect not everybody, particularly those who is the inclusive of civilian unable to learn or practice by theirselves. That matter not only because limitation of knowledge or religion knowledge but also because needed the existence of complete describe about execution of religious service itself. To that's hence somebody of religious service to haji very requiring of others tuition. With the existence of tuition requirement will be the hence a lot of religious organization social which will be facing/respond by founding institute of Group of tuition of Religious service Haji ( KBIH), what nowadays reach 20 KBIH even quota of candidate of jamaah haji DIY only gyrate the portion of per year. group of Religious service Tuition the Haji grow and expand either in rural urban with the different tendency and dynamics. Problems of arising out are why the KBIH-KBIH can expand, and how with the existence of the growth? What equation and perbedaanya? From thesis solution taking subject of research of KBIH Arofah in Regency of Bantul and KBIH Multazam of town Yogayakarta come up with the conclusion that both of them ( KBIH Arofah and multazam)organization and institute of The KBIH are equal, but differ from to develop; build its group existence of the growth KBIHKBIH are in fact happened the commercialisation in framework develop the institute KBIH others
Kata Kunci : Sosiologi,Kelompok Bimbingan Haji,Ibadah Haji