Laporkan Masalah

Hubungan Hirarki Pusat Pelayanan dan Tingkat Perkembangan Wilayah Di Kabupaten Sleman, D.I. Yogyakarta

Lauren Yolandita Venerini, Mohammad Isnaini Sadali, S.Si., M.Sc.

2023 | Skripsi | PEMBANGUNAN WILAYAH

Kabupaten Sleman merupakan salah satu kabupaten di Provinsi D.I. Yogyakarta dengan pertumbuhan yang pesat dibandingkan kota/kabupaten lainnya. Akan tetapi, karena adanya dinamika wilayah, tidak semua wilayah di Kabupaten Sleman berkembang secara serentak dengan tingkat perkembangan yang sama. Ketimpangan wilayah menjadi salah satu isu strategis di Kabupaten Sleman. Hal tersebut disebabkan oleh kurang meratanya alokasi dan persebaran ekonomi serta sarana dan prasarana karena terkonsentrasinya kegiatan ekonomi terutama pada wilayah tengah Kabupaten Sleman. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengidentifikasi hirarki pusat pelayanan di Kabupaten Sleman, 2) mengidentifikasi tingkat perkembangan wilayah di Kabupaten Sleman, 3) mengidentifikasi hubungan hirarki pusat pelayanan dan tingkat perkembangan wilayah di Kabupaten Sleman, serta 4) menganalisis rekomendasi strategi pengembangan wilayah di Kabupaten Sleman. Penelitian ini dilakukan di Kabupaten Sleman dengan unit analisis 17 kapanewon. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah deskriptif kuantitatif menggunakan data sekunder. Teknik analisis yang digunakan yaitu metode skalogram, indeks sentralitas, model gravitasi, teknik skoring, analisis indeks komposit, uji korelasi spearman, serta analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 5 kecamatan dengan klasifikasi tingkat perkembangan wilayah tinggi, yaitu Kapanewon Depok, Ngaglik, Turi, Kalasan, dan Ngemplak. Kemudian, terdapat 6 kecamatan dengan fungsi sebagai pusat pelayanan kabupaten, yaitu Kapanewon Mlati, Depok, Kalasan, Ngaglik, Gamping, dan Ngemplak. Terdapat hubungan yang kuat antara hirarki pusat pelayanan dan tingkat perkembangan wilayah di Kabupaten Sleman.

Sleman Regency is one of the regencies in the Province of D.I. Yogyakarta with rapid growth compared to other cities/regencies. However, due to regional dynamics, not all regions in Sleman Regency develop simultaneously with the same level of development. Regional disparities become one of the strategic issues in Sleman Regency. This is due to the uneven allocation and distribution of the economy and also the facilities due to the concentration of economic activities, especially in the central region of Sleman Regency. This study aims to: 1) identify the hierarchy of service centers in Sleman Regency, 2) identify the level of regional development in Sleman Regency, 3) identify the relationship between the service center hierarchy and the level of regional development in Sleman Regency, and 4) analyze recommendations for regional development strategies in the Regency Sleman. This research was conducted in Sleman Regency with 17 units of analysis. The method used in this research is descriptive quantitative using secondary data. The analysis technique used is the scalogram method, centrality index, gravity model, scoring technique, composite index analysis, Spearman correlation test, and SWOT analysis. The results showed that there
are 5 sub-districts with high regional development level classifications, namely Kapanewon Depok, Ngaglik, Turi, Kalasan, and Ngemplak. Then, there are 6 subdistricts with functions as district service centers, namely Kapanewon Mlati, Depok, Kalasan, Ngaglik, Gamping, and Ngemplak. There is a strong relationship between the hierarchy of service centers and the level of regional development in Sleman Regency.

Kata Kunci : tingkat perkembangan wilayah, hirarki pusat pelayanan, strategi pengembangan wilayah

  1. S1-2023-445080-abstract.pdf  
  2. S1-2023-445080-bibliography.pdf  
  3. S1-2023-445080-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2023-445080-title.pdf