PERAN AUDIT INTERNAL DALAM PEMERIKSAAN OPERASI PENJUALAN PADA KONTEKS KETIMPANGAN SUPPLY-DEMAND (Studi Kasus pada PDAM Tirtanadi Kota Medan)
Nathania Br Tarigan, R.A. Supriyono, Prof., Dr., S.U., Ak., CA
2023 | Tesis | S2 Ilmu Akuntansi/Akuntansi Terapan
Tulisan
ini membahas tentang peran audit
internal dalam pemeriksaan operasi penjualan pada kondisi supply lebih rendah dari demand.
Fokus penelitian pada bagaimana peran auditor internal dalam
memeriksa dan memberi rekomendasi untuk
pengelolaan operasi penjualan pada konteks dimana supply tidak bisa ditambah sesuai
dengan peningkatan demand dalam waktu yang cepat dan peningkatan demand selalu berada dalam kondisi
yang lebih tinggi dari kemampuan supply. Ketimpangan
supply-demand itu sudah terjadi sejak tahun 80an dan masih terus berlanjut hingga saat ini di PDAM
Tirtanadi Medan. Metode penelitian kualitatif pada penelitian ini dengan teknik pengumpulan data wawancara, observasi,
serta dokumentasi dan tinjauan pustaka adalah
sebagai upaya untuk menjawab masalah penelitian. Penulis magang selama 1 bulan
di bagian SPI PDAM Tirtanadi karena itu bagian dari aturan perusahaan. Fieldnotes hasil wawancara dikoding dan
diklasifikasikan sesuai dengan masalah penelitian. Hasil
penelitian ini menunjukkan bahwa ketimpangan supply-demand memiliki relasi dengan operasi penjualan yang
ditangani oleh empat departemen; Hublang, Trandis, PKA dan PAM. Masing-masing
departemen memiliki kompleksitas masalah yang belum dapat diupayakan secara
maksimal penanganannya oleh setiap departemen. Masalah-masalah
itu juga memiliki relasi dengan perilaku para demand (konsumen). Temuan-temuan SPI PDAM Tirtanadi Medan menemukan
masalah kompleksitas itu yang menyebabkan temuan-temuan
berulang dengan isu yang sama cenderung terjadi dalam setiap periode auditing. Temuan berulang itu cenderung ditemukan pada
departemen Hublang. Hal itu terjadi karena dilema yang dihadapi petugas PDAM di
lapangan antara mewujudkan peraturan perusahaan sesuai SOP dan rasa kemanusiaan
(humanisme), serta berkaitan dengan masalah keamanan dan persoalanan ekonomi
pelanggan. Temuan
penelitian ini menunjukkan bahwa peran SPI dalam audit
operasi penjualan terkait ketimpangan supply-demand menunjukkan bahwa SPI tidak menunjukkan peran yang sangat
besar untuk mengurangi ketimpangan, beberapa hal yang
menyebabkannya permasalahan ketimpangan supply-demand
pada PDAM Tirtanadi tetap belum bisa terselesaikan hingga saat ini. Peran
SPI itu menjadi kompleks karena juga dihadapkan pada tantangan dalam operasional
kerjanya, yaitu konflik peran dan ambiguitas peran. Dua
poin itu menunjukkan bahwa konsep yang muncul dari
penggunaan teori peran, yaitu tentang konflik peran dan ambiguitas peran
masih menajdi konsep yang tetap perlu dipertimbangkan dalam menerapkan teori
peran sebagai sebuah isu utama, terutama dalam kajian terkait auditor,
khususnya peran audit internal dalam sebuah organisasi bisnis yang dikelola
oleh pemerintah (BUMN).
Kata kunci: audit intern, permintaan persediaan, teori peran, ambiguitas peran, konflik peran, operasi penjualan
This paper discusses the role of internal audit in examining sales
operations when supply is lower than demand. The focus of research is on the
role of internal auditors in examining and providing recommendations for
managing sales operations in a context where supply cannot be increased in
accordance with increasing demand in a fast time and increasing demand is
always in a condition that is higher than supply. This supply-demand imbalance
has occurred since the 1980s and is still continuing today in PDAM Tirtanadi
Medan. Qualitative research methods used in this study were the interview data
collection techniques, observation, as well as documentation and literature
review as attempts to answer the research problem. The author did an internship
for one month at SPI department in PDAM Tirtanadi because it was a part of the
company rules. Fieldnotes from the interview results were coded and classified
according to the research problem. The results of this study indicated that
supply-demand inequality had a relationship with the sales operations handled
by the four departments; Hublang, Trandis, PKA, and PAM. Each department had a
complexity of problems that had not been optimally handled by each department.
These problems also had a relationship with the behavior of the demands
(consumers). Findings of SPI PDAM Tirtanadi Medan showed the complexity problem
that caused repeated findings with the same issue which tended to occur in each
auditing period. The repeated findings tended to be discovered in the Hublang
department. This happened because of the dilemma faced by PDAM officers in the
field, which was between realizing company regulations according to SOP and
humanity (humanism) and relating to security issues and customer economic
problems. The findings of this study showed that the role of SPI in auditing
sales operations related to supply-demand inequality indicated that SPI did not
play a very large role in reducing inequality. It was proven by the fact that several
things that had caused the problem of supply-demand inequality in PDAM
Tirtanadi had not been resolved up to now. The role of SPI became complicated
because it was also faced with challenges in its operational work, namely role
conflict and role ambiguity. These two points showed that the concepts that arose
from the use of role theory, about role conflict and role ambiguity, were still
concepts that still needed to be considered in applying role theory as a major
issue, especially in studies related to auditors, with specification with the
role of internal audit in a business organization. managed by the government
(BUMN).
Keywords: internal audit, supply
demand, role theory, role ambiguity, role conflict, sales
operations
Kata Kunci : audit intern, permintaan persediaan, teori peran, ambiguitas peran, konflik peran, operasi penjualan