STUDI FENOLOGI DAN ONTOGENI PEMBUNGAAN BERBAGAI PROVENANSI DAN RAS LAHAN CENDANA (Santallum album LINN.) DI PETAK 17 WANAGAMA I GUNUNG KIDUL YOGYAKARTA
FAJAR LESTARI , Prof Dr. Ir. Moh. Na'iem, M.Agr.Sc.
2006 | Skripsi | S1 KEHUTANANCendana merupakan jenis tanarnan eksotik yang saat ini telah mampu beradaptasi dan bereproduksi secara sexual di seluruh kawasan wanagama I, namun persen jadinya masih rendah. Sedikitnya informasi tentang biologi reproduksi cehdana, terutama yang berkaitan dengan fenologi pembungaan dan pembuahan menjadi salah satu kendala bagi usaha pengembangan spesies i11i. Cendana yang ditanam pada uji provenan ini berasal dari berbagai daerah asal, sehingga sangat dimungkinkan pembungaannya juga bervatiasi. Penelitian tentang studi fenologi pembungaan sangat diperlukan untuk mengetahui (1) Tahap-tahap perkembangan dalam satu periode pembungaali, beserta waktu terjadinya masing-masing tahap tersebut dan waktu peak flowering season, serta waktu anthesis dan kematangan pollen (2) Mendeteksi kemungkinan terjadinya perbedaan fenologi antar provenan dan ras lahan. Pehelitian dilakukan di pertanaman uji provenan cendaria tahun tanam 1993, Petak 17, Wanagarna I, RPH Garling, BK.PH Playen, Gunung Kidul Yogyakarta. Pengambilan sampel dilakukan dengan cara non-random sampling secara purpose sampling. Parameter yang diamati adalah fenologi dan ontogeni pembungaan tiga ptovenan dan empat ras lahan cendana. Fenologi dah orttogeni pembungaan masingmasihg provenan dan ras lahan dijelaskan secara deskriptif dilengkapi dengan foto dan grafik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan pada tahap-tahap perkembarigan bunga cendana, serta waktu terjadinya setlap tahap dalam satu periode pembungaan, terutama pada ras lahan Pegunungan Bromo yang memulai pembungaan lebih cepat akan tetapi pembuahannya paling lambat. Waktu peak flowering season tiga provenan dan empat ras lahan cendana terjadi pada minggu kedua dan ketiga bulan Januari serta minggu kedua bulan Februari. Waktu anthesis dari tiga bagian tajuk menunjukkan perbedaan, bagian tajuk atas paling cepat ditemukan pada provenan Tilomar, bagian tajuk tengah ditemukan pada ras lahan Karang Mojo, dan bagian tajuk bawah ditemukan pada ras lahan Wanagama. Waktu kematangan pollen terjadi pada saat bunga memasuki fase anthesis dan reseptifitas kepala putik terjadi satu minggu setelah bunga memasuki fase anthesis. Fenologi pembungaan tiga provenan dan empat ras laban cendana terdapat perbedaan terutama pada karakteristik waktu terjadinya tahap perkembangan dalam satu periode pembungaan, durasi waktu reseptif, ukuran morfologi bunga dan waktu anthesis.
Cendana is an exotic plant which recently able to sexually adapt and reproduce in whole field of wanagama I, but the outcome percentages is still low. The lack information about biological reproduction of cendana, especially which associated with flowering phenology and conception become one of constraints for the cultivating efforts of this species. The cendana planted in this provenance experiment obtained from various origins, so it is likely that there is much variation in the flowering process. The study about flowering phenology is very important to know (1) the developing steps in one flowering period, following time of each step and peak flowering season, also anthesis time and pollen maturity (2) detect some possibilities on phenological differences among provenances and field races. The study practiced in a provenance experiment planting of cendana with planting year of 1993, side 17, Wanagama I, RPH Gatling, BKPH Playen, Gunung Kidul Y ogyakarta. The sample collection practiced using non-random sampling with purpose sampling. The parameters observed are flowering phenology and ontogeny of three provenances and four field races of cendana. The flowering phenology and ontogeny of each provenances and field races are defined descriptively completed with pictures and graphics. The result of study suggests that there are differences on the developing steps of cendana and the time process of each step in one flowering period, especially in field race of Bromo Mountain range -with faster flowering process but lower conception process-. The time of peak flowering season for three provenances and four field races of cendana take place on the second and third week of January and second week of February. There is difference of anthesis time from the three crowns; the up-crown is fastest to found in Tilomar provenance, central crown is found in Karang Mojo field race, and bottom crown is found in Wanagama field race. The time of pollen maturity take place when the flower enters anthesis phase and receptivity of bud's head take place a week after the flower enters anthesis phase. There is difference on the flowering phenology of three provenances and four field races of yellow sandalwood, especially characteristics of developing time in one flowering period, receptive duration, morphology of flower size and anthesis time.
Kata Kunci : Santalum album, provenan, fenologi, ontogeni