PERENCANAAN OPERASIONAL INDUSTRI MEBEL (Study Kasus di PT. Alis Jaya Ciptatama, Ceper, Klaten, Jawa Tengah)
AMELIA ZAKIYAH R , Ir. H. Siswantoyo Dipodiningrat, MS
2006 | Skripsi | S1 KEHUTANANSiswantoyo Dipodiningrat 2 Industri pengerjaan kayu atau yang biasa disebut dengan wood working sering mengalami kekurangan pasokan bahan baku dari hutan.. Keadaan tersebut mengakibatkan terjadinya kemacetan proses produksi yang pada akhimya akan menimbulkan efek negatif bagi perusahaan tersebut (kerugian). Masalah tersebut perlu ditangani dengan memberlakukan suatu manajemen perusahaan secara tepat. Salah satu fungsi manajemen adalah perencanaan, khususnya perencanaan operasional. Dalam perencanaan operasional dilakukan kegiatan perencanaan kebutuhan bahan/material untuk menghasilkan produk pesanan, penjadwalan kegiatan proses produksi, perencanaan kapasitas produksi, dan perencanaan kebutuhan tenaga kerja yang diperlukan. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui proses produksi secara keseluruhan, mengetahui jenis dan volume kegiatan perusahaan, mengetahui kebutuhan bahan/material, tenaga kerja dan pengeluaran kas seluruh kegiatan perusahaan. Metode analisis dilakukan dengan cara menghitung kebutuhan bahan material (bahan baku dan bahan bantu) dari order yang datang di bagian purchasing order, mengidentifikasi kegiatan proses produksi berdasarkan rencana operasonal, menyusun estimasi pengeluaran kas per proses produksi per bulan, merekapitulasi seluruh pengeluaran kas per per proses produksi per bulan, merekapitulasi seluruh pengeluaran kas per jenis kegiatan per tahun, dan akhirnya diperoleh total pengeluaran kas selama satu tahun. Proses produksi yang dijalankan oleh PT. Alis Jaya Ciptatama dimulai dari sawmill yaitu kegiatan pembelahan log kayu menjadi kayu yang siap untuk dijadikan komponen (dalam bentuk papan) dengan volume 2700 m3/tahun. Mill I, yaitu proses pembentukan bakal komponen dengan volume 900 m3 /tahun. Mill II, merupakan proses pengolahan bakal komponen menjadi komponen siap rakit dengan volume 780 m3/tahun. Assembling, yaitu ke????iatan membentuk komponen siap rakit menjadi produk jadi dengan volume 780 m /tahun. Sanding, yaitu proses penghalusan produk jadi dengan volume 780 m3 /tahun. Finishing, merupakan tahap pewamaan dari produk yang telah diampelas dengan volume 780 m3 /tahun. Produk akhir kemudian dikemas di bagian packing, kemudian disimpan di ruang loading untuk menunggu container yang akan mengangkut produk sampai ke customer. Kebutuhan bahan baku (tahun 2005) yang digunakan adalah kayu jati sebanyak 950,06 m3,kayu mahoni sebanyak 244,78 m3, dan kayu agathis sebanyak 218,89
Kata Kunci : order, anggaran kas, jenis dan volume kegiatan proses produksi,