TINJAUAN MODEL PENGELOLAAN HUTAN KOTA DI PURWOKERTO
DWI AGUS SASONGKO, Prof. Dr. Ir. Chafid Fandeli, M.S.
2004 | Skripsi | S1 KEHUTANANPembangunan perkotaan cenderung menurunkan kualitas lingkungan. Kota lebih dianggap sebagai potensi ekonomi yang tak terbatas sehingga sisi ekologi kawasan kota terabaikan. Hutan kota merupakan solusi terbaik dari permasalahan tersebut jika dikelola dengan baik. Penelitian ditujukan untuk mengidentifikasi model pengelolaan huan kota, serta untuk mengetahui persepsi masyarakat t tentang hutan kota di Purwokerto. Metode penelitian deskriptif digunakan dalam penelitian ini. Data teknis pengelolaan hutan kota dikumpulkan dari data primer di lapangan maupun data sekunder di Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Banyumas. Di dalam penelitian ini digunakan kuisioner untuk memperoleh data persepsi masyarakat. Acuan yang digunakan adalah PP No.63 tahun 2002 tentang Hutan Kota. Hasil penelitian menunjuk.kan bahwa pengelolaan yang tidak terarah, pertimbangan pemilihan jenis secara tidak tepat, peraturan daerah tidak tersedia, serta kemampuan sumberdaya manusia yang sangat terbatas. Persepsi masyarakat menunjuk.kan bahwa harapan agar hutan kota bisa berfungsi sebagai public space dan saran rekreasi masyarakat belurn tercapai. Kesimpulannya, model pengelolaan hutan kota di Purwokerto tidak mempunyai perencanaan yang matang sehingga aplikasi di lapangan tidak mampu mengatasi permasalahan yang ada. Penyusunan master plan berbasis masyarakat merupakan jawaban yang paling beralasan dalam rangka mewujudkan kondisi yang diharapkan semua pihak.
Urban development disposed cause environment quality declined. Urban is more considered as unlimitted economic potential, therefore urban ecological aspect was forgotten. Urban forest is the best solution, however if it was organized well. Research aims to identification urban forest management model and public opinion about urban forest at Purwokerto. Descriptive method is used in this research. Technical data of urban forest management compiled from primary and scondary data. The secondary data got from Forestry and Plantation Services of Banyumas Regency. Questionnaire prepared to compile public opinion. Research use PP No. 63 tahun 2002 about Urban Forest as reference. Result shows disorganized management, unappropriate species choice, there is no local regulation, and limitted human resources. Public opinion tell us, urban forest that function as public space and recreation cannot realized. Conclusion of this research indicated urban forest management model at Purwokerto is not planned well. Problems cannot be overcame. Guided master plan will be the reasonable answer in order to create all stakeholders' hope.
Kata Kunci : kualitas lingkungan, hutan kota, master plan