Laporkan Masalah

ASPEK KETENAGAKERJAAN PADA INDUSTRI MEBEL JATI (Studi Kasus di Desa Pamiritan, Kecamatan Balapulang, Kabupaten Tegal)

FAJAR SODIK, Ir. Siswantoyo D., MS.

2006 | Skripsi | S1 KEHUTANAN

Pengembangan industri mebel jati di daerah pedesaan merupakan salah satu langkah altematif untuk mengatasi masalah pengangguran yang disebabkan oleh pertumbuhan penduduk yang tinggi, perubahan fungsi lahan pertanian, dan adanya efisiensi dalam penggarapan lahan pertanian sebagai akibat dari kemajuan teknologi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pembuatan mebel jati; mengetahui pengaruh keberadaan industri mebel jati bagi penyerapan angkatan kerja di Desa Pamiritan; serta mengetahui kondisi latar belakang sosial ekonomi, sistem pengupahan, dan kualifikasi tenaga kerja industri mebel jati di Desa Pamiritan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan teknik yang digunakan adalah studi kasus, yaitu kasus industri mebel jati di Desa Pamiritan, Kecamatan Balapulang, Kabupaten Tega!. Data yang diambil meliputi data primer yang diambil secara langsung dari sumbernya tanpa perantara dan data sekunder yang diambil dari pemerintahan setempat dan instansi terkait. Penentuan sampel dengan menggunakan metode Stratified Random Sampling, dengan metode analisis menggunakan metode deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa proses pembuatan mebel jati dimulai dari penyiapan bahan baku, penggergajian, pengeringan, pengukuran pertarna, pembahanan, pembelahan, penyambungan, penyerutan, penghalusan, pengukuran kedua, peralcitan, dan terakhir finishing. Jumlah tenaga kerja yang terserap sebanyak 429 orang atau sebesar 13,48 % dari 3181 angkatan kerja yang ada di Desa Pamiritan. Sosial ekonomi pekerja yang meliputi : umur; tingkat pendidikan; status; asal daerah; dan pendapatan. Umur menunjukkan bahwa seluruh pekerja berada pada usia produkstif, pendidikan pekerja rata-rata lulusan SD ( 60,7 % ), status pekerja secara umum sudah menikah ( 60,7 % ), asal daerah pekerja paling banyak berasal dari Desa Pamiritan ( 64,44 % ). Pendapatan pekerja dibawah UMR Kabupaten Tega! sebanyak 68 orang( 50, 3 % ), dan yang di atas UMR Kabupaten Tega! sebanyak 67 orang ( 49,7 % ). Kualifikasi tenaga kerja meliputi: pekerja bahan baku, pekerja penggergajian, pekerja pembahanan, pekerja pembuat mebel setengah jadi, dan pekerjafinishing. Sedangkan sistem upah yang diterapkan adalah harian, mingguan, bulanan, borongan, dan prosentase.

Teak furniture industry development in village is one of alternative step to solve unemployment problem which caused very high human growth, agriculture land function change, and efficiency in agriculture land processing as effect of technology development. This research aim to know process of teak furniture production, to know side effect of teak furniture industry for labour force absorbtion in Pamiritan Village, and to know condition of workers economy - social background, pay system, and teak furniture workers qualification in Pamiritan Village. The used method in this research is descriptive method with the used technique is case study, that is teak furniture industry case in Pamiritan Village. The adopted data covers primer data which direct adopted from the resource without intermediatary, and seconder data which adopted from the village government and related authority. Sample determination uses stratified random sampling method, with analisys method uses descriptive method. Based on the result of this research knowed that the process of teak furniture production beginned from raw material preparation, sawmill, draining, first measuring, plane wood, cleaved, continuation, spread out, refined, second measuring, assembly, and finishing. The sum of worker absorted is 429 people or 13,48 % from 3181 labour force in Pamiritan Village. Workers economy - social covers ; age, education level, status, territory source, and income. At worker age to show that all workers at productive age, the average of worker education was elementary school graduated ( 60, 7 % ), many of workers status was married ( 60,7 % ), many of workers territory source from Parnritan Village ( 64,44 % ). The income of workers under Regional Minimum Pay of Sub­Province Tegal is 68 people ( 50,3 % ), and upper Regional Minimum Pay of Sub­Province Tegal is 67 people ( 49,7 % ). Worker classification covers ; raw material worker, sawmill worker, plane wood worker, raw furniture maker worker, and finishing worker. Pay system applied is daily, weekly, monthly, wholesale, and procentage.

Kata Kunci : Industri mebel jati, Ketenagakerjaan, Desa Parniritan

  1. Abstract.pdf  
  2. Bibliografi.pdf  
  3. Table_of_Content.pdf  
  4. Title.pdf