ASPEK KETENAGAKERJAAN PADA INDUSTRI KERAJINAN KAYU UKIR DAN KAYU BATIK DIPEDESAAN (Studi Kasus Kel. Sendangsari, Kec. Pajangan, Kabupaten Bantu)
WAHYU PAMUNGKAS , Jr. Siswantoyo Dipodiningrat, M.S,
2005 | Skripsi | S1 KEHUTANANSiswantoyo Dipodiningrar Jumlah penduduk yang besar (221.777.700 jiwa) dan dengan laju pertambahan penduduk yang cukup tinggi (1,5 % pertahun) telah menimbulkan masalah kependudukan yang serius di negara kita. Sektor pertanian yang menjadi sektor yang terbesar dalam penyerapan tenaga kerja sudah tidak mampu lagi menyerap tambahan tenaga kerja sehingga meningkatkan angka pengangguran. Untuk itulah diperlukan kebijakan pengembangan lahan pekerjaan baru di luar sektor pertanian. lndutri kecil dan rumah tangga adalah salah satu sektor yang dapat dikembangkan dimana kerajinan termasuk didalamnya. Penelitian ini dilakukan di Kel. Senadangsari, Kee. Pajangan, Kab. Bantul. Jumlah populasi kurang dari 30 industri sehingga semua anggota populasi didata dan diberi perlakuan yang sama. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Penelitian ini menggunakan tekhnik studi kasus (case studies). Analisis dilakukan dengan data -data yang berhubungan dengan proses produksi, profil industri, dan data pretasi kerja yang diambil dari perhitungan time study. Ada tiga tahapan produksi yang harus dilalui pada industri kerajinan ini, yaitu tahapan pemotongan dan penghalusan, pembatikan, dan finishing. Indutri -industri yang ada dapat diklasifikasikan berdasarkan dua kriteria, yaitu jumlah tenaga kerja dan proses produksinya. Tenaga kerja yangh bekerja di industri kerajinan ini berasal dari dalam dan luar Kel. Sendangsari dengan umur rata -rata di atas 19 tahun dan dengan pendidikan rata-rata SLTP. Ada 2 kriteria yang digunakan dalam mengklasifikasikan tenga kerja di industri kerajinan ini, yaitu keterampilan dan jenis pekerjaannya. Sistem pengupahan yang digunakan adalah sistem harian dan borongan. Sebagian besar tenga kerja masih dibayar di bawah UMP DIY yang sebesar Rp. 400.000,00. Industri bentuk I menyerap tenaga kerja antara 1 -7 orang, industri bentuk 2 menyerap 8 -18 orang, dan industri bentuk 3 menyerap 18 -103 oarng tenaga kerj a.
The big amount of population (221.777.700 people) and with the high growth of population (1,5% per year) has brought many serious population problems in this country. The agricultural sector as the biggest sector in absorbing labor has been unable to absorb any labor accretion so that increasing the number of unemployment. Therefore it is necessary a policy in developing the new work fields beyond agricultural sector. The small and home industry are one of many sectors that can be developed which handicraft is included. This research was taken· place in Sendangsari sub-district, pajangan district, Bantul sub-province. The number of population is less than 30 industries, so that all members of population were collected and were given the same treatment. The used method is qualitative and quantitative descriptive method. This research used case studies technique. Data analysis was done with data that related with production poocess, industry profile, work achievement data which collected from time study. There are three production steps in this handicraft industry that are cutting and attenuating step, pembatikan step, and finishing step. These industries can be classified based on two criteria, those are the number of labor and its production process. The labor who work in this handicraft industry come from inside and outside Sendangsari subdistrict with mean age above 19 years and mean level educated of junior high school. There are two criteria that used to classify labor in this handicraft industry, that are skilled and type of work. The remunerating system is daily system and contracted system. Most of labors still paid under province minimum wage of Rp.400.000 per month. Industry type 1 absorbs labors between 1-7 people, Industry type 2 absorbs labors between 8-18 people, and Industry type 3 absorbs labors between 18-103 people.
Kata Kunci : Kerajinan kayu ukir dan kayu batik, proses produksi, tenaga kerja