EVALUASI PELATIHAN SEKOLAH LAPANGAN PENGELOLAAN TANAMAN TERPADU PADI DI KECAMATAN BANDONGAN KABUPATEN MAGELANG
WAHYU ARIE KURNIAWAN, Dr.Agr. Sri Peni Wastutiningsih; Ir. Harsoyo, M.Ext.Ed
2012 | Skripsi | S1 PENYULUHAN DAN KOMUNIKASI PERTANIANPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan perilaku petani dalam budidaya padi sebelum dan sesudah mengikuti Sekolah Lapangan Pengelolaan Tanaman Terpadu (SL-PTT) dan faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku petani dalam budidaya padi sebelum dan sesudah mengikuti SL-PTT. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Metode analisis deskriptif. Sampel yang digunakan sebanyak 60 petani padi yang telah mengikuti SL-PTT diambil secara simple random sampling. Data yang diperoleh dianalisis dengan uji paired t test dan analisis regresi berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan perilaku petani dalam budidaya padi sebelum dan sesudah mengikuti SL-PTT. Namun perubahan sikap dan keterampilan petani dalam budidaya padi masih rendah. Faktor yang mempengaruhi perilaku petani dalam budidaya padi sebelum mengikuti SL-PTT adalah tingkat pendidikan, sedangkan faktor yang mempengaruhi perilaku petani dalam budidaya padi sesudah mengikuti SL-PTT adalah umur.
The purposes of this research are to know the difference of farmer’s behaviour in rice cultivation before and after joining the Integrated Plant Management Field School (IPM-FS) and factors that influences farmer’s behaviour in rice cultivation before and after joining the IPM-FS. The method of the research is a descriptive method. The Samples are 60 farmers who joined the IPM-FS and are taken by simple random sampling. The data was analyzed by paired t test and multiple regression analysis. The result of this research shows that there is difference in farmer’s behaviour in rice cultivation before and after joining the IPM-FS. However, the change of farmer’s attitude and skill in rice cultivation is still low. Factor that influences farmer’s behaviour in rice cultivation before joining the IPM-FS is education, while factor that influences farmer’s behaviour in rice cultivation after joining the IPM-FS is age.
Kata Kunci : Perbedaan, Perilaku Petani, SL-PTT