Laporkan Masalah

PERSEPSI PETANI TERHADAP PROGRAM GERAKAN NASIONAL REHABILITASI HUTAN DAN LAHAN (GN-RHL) TAHAP 1/TAHUN 2003 (Studi Kasus di Desa Kepuharjo, Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman, Propinsi DIY)

YOGHI BUDHIYANTO, Ir. Lies Rahayu W.F., M.P.

2005 | Skripsi | S1 KEHUTANAN

Gerakan Nasional Rehabilitasi Hutan dan Lahan (GN-RHL) yang dilaksanakan secara bertahap mulai tahun 2003 hingga 2007 rnendatang diarahkan sebagai gerakan yang terencana, terkoordinasi dan terpadu, melibatkan berbagai pihak terkait yaitu pemerintah, swasta, dan masyarakat. Petani sebagai unsur masyarakat diupayakan untuk dapat berpartisipasi aktif dalam program GN-RHL. Program-program RHL yang ada selama ini masih terkesan top down sehingga perlu dikaji sejauh mana partisipasi petani dalam program GN-RHL. Persepsi petani terhadap program perlu dikaji terlebih dahulu karena persepsi yang muncul akan mempengaruhi partisipasi aktif mereka dalam program. Partisipasi aktif petani ikut menentukan keberhasilan dan keberlanjutan prof,TTam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi petani di Desa Kepuharjo terhadap program GN-RHL Tahap I/Tahun 2003, khususnya kegiatan penghijauan di lahan milik. Penelitian ini menggunakan rnetode penelitian deskriptif dengan teknik penelitian survei, melalui pengisian kuesioner dan wawancara. Pengarnbilan sampel dilakukan secara acak, yaitu sebesar 5% dari total populasi petani GN-RHL Tahap I/Tahun 2003 di Desa Kepuharjo. Hasil penelitian rnenunjukkan bahwa 43,9% petani memiliki persepsi positif (tingkat pemahaman, perasaan dan kecenderungan berperilaku untuk mendukung program GN-RHL tinggi) dan 56, 1 % petani memiliki persepsi tengah (tingkat pemahaman, perasaan dan kecenderungan berperilaku untuk mendukung program GN-RHL sedang). Persepsi yang dapat mendukung keberhasilan dan keberlanjutan program yaitu kecenderungan petani untuk memperbaiki manajemen kelompok taninya; kecenderungan rutinitas petani dalam pemeliharaan tanaman penghijauan; serta keinginannya untuk membuat pembibitan lokal. Persepsi yang dapat menghambat keberhasilan dan keberlanjutan program yaitu kurangnya minat petani terhadap upaya pengembangan usaha tani kelompok; kurangnya sirnpati petani terhadap kinerja pendampingan teknis dari petugas penyuluh serta pembinaan dan pengawasan dari pemerintah desa karena kurang intensif dalarn pelaksanaannya; keluhan petani terhadap bibit bantuan program yang kurang bagus, ditambah waktu dropping yang kurang tepat dengan musim tanarn petani; pesimisme petani akan keberhasilan program karena persentase hidup tanaman penghijauan relatif kecil, ditambah adanya serangan hama perusak yang cukup serius.

Kata Kunci : GN-RHL, Persepsi, Petani

  1. Abstract.pdf  
  2. Bibliography.pdf  
  3. Table_of_Content.pdf  
  4. Title.pdf