Laporkan Masalah

Akibat hukum operasi ubah kelamin dari laki-laki menjadi perempuan terhadap hak mewaris dalam masyarakat hukum adat Bali :: Studi kasus di Kabupaten Buleleng-Bali

DIANA, I Gusti Ngurah Krisna, Djoko Sukisno, SH.,CN

2003 | Tesis | S2 Ilmu Hukum (Magister Kenotariatan

Penelitian ini merupakan penelitian sosiologis yuridis yaitu penelitian yang menitikberatkan pada hukum yang berlaku dalam masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui akibat hukum operasi ubah kelamin dari laki-laki menjadi perempuan terhadap hak mewaris dalam masyarakat hukum adat Bali. Terutama yang terjadi di Kabupaten Buleleng Propinsi Bali. Responden dalam penelitian ini yaitu 1 orang pelaku operasi ubah kelamin dan 4 orang kerabat keluarga pelaku operasi ubah kelami n dari lakilaki menjadi perempuan. Data Primer dan data sekunder dari penelitian ini dikumpulkan melalui penelitian kepustakaan dan lapangan, dengan alat pengumpulan data studi kepustakaan dan pedoman wawancara. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa apabila upacara secara adat dan keagmaan telah dilakukan sehingga statusnya sebagai seorang perempuan dinyatakan sah maka hak mewaris pelaku operasi ubah kelamin dari laki-laki menjadi perempuan dalam masyarakat hukum adat Bali, tergantung pada hal-hal sebagai berikut : (1) Apabila pelaku operasi ubah kelamin selama hidupnya tidak terikat pada suatu perkawinan maka ia merupakan ahli waris tetapi terbatas pada hak untuk menikmati harta warisan yang ada. (2) Apabila pelaku operasi ubah kelamin, kawin keluar maka pada saat itu juga haknya sebagai ahli waris hilang atau gugur karena ia dianggap tidak patut mewaris. (3) Apabila pelaku operasi ubah kelamin berstatus sebagai sentana rajeg, maka ia berhak sebagai ahli waris penuh dari harta warisan orang tuanya atau disamakan haknya dengan ahli waris sah yang lain.

This is a socio-juridical research which focuses on the law present in the community. The objective of the research is to determine the legal consequences that transpire from a male-to-female sex change surgery concerning the right of legacy to particular transsexual heirs in the customary law of Bali, especially in cases that have taken place in Buleleng Regency, Bali Province. The samples in this research are chosen usi ng the nonrandom sampling technique, implementing the method of purposive sampling, which indicates the control from specific criteria. From the purposive sampling method, 1 person was found to have undergone a sex change, and there were 4 people who were known to be relatives to persons that had undergone male-tofemale sex change. Primary and secondary data were collected through library and field researches with the application of data collecting instruments for library study and interview instructions. The result of this research shows that the right of inheritance in the customary law of Bali for someone who has undergone a sex change varies due to these arguments: (1) if the transsexual never weds throughout his life, he is considered as a legal heir who is limited to benefiting from the existing legacy only, (2) the transsexual loses his right of inheriting right at the moment he gets married, and (3) if the transsexual is of the status of a sentana rajeg, he is fully legitimate of inheriting his parents’ legacy or is as rightful of inheriting as other legal heirs.

Kata Kunci : Hukum Waris,Adat Bali,Operasi Ubah Kelamin, male to female sex change, right of inheritance, the community, the customary law of Bali


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.