Hubungan antara citra raga dan regulasi emosi dengan perilaku makan pada remaja
MEGAWATI, IJK. Sito Meiyanto, PhD
2003 | Tesis | S2 PsikologiPermasalahan tentang perilaku makan sudah terjadi sejak jaman dahulu. Perilaku makan dapat menjadi permasalahan klinis yang serius apabila perilakunya tidak sehat, seperti tekanan darah tinggi, tekanan darah rendah, diabetes, kanker, tidak subur, kurang darah, gangguan tidur, gangguang menstruasi (pada wanita) dan pengeroposan tulang. Perilaku makan itu sendiri dipengaruhi oleh faktor yang komplek. Perilaku makan secara internal diregulasi oleh hypothalamus dan system metabolisme tubuh. Faktor lain yang mempengaruhi adalah citra raga dan regulasi emosi. Penulis menggunakan model regulasi diri untuk menjelaskan hubungan antara citra raga, regulasi emosi, dan perilaku makan. Tujuan penelitian ini adalah membuktikan secara empiris hubungan antara citra raga dan regulasi emosi dengan perilaku makan pada remaja. Populasi penelitian ini adalah pelajar SMU N 2 Magelang. Purpossive random sampling digunakan untuk mendapatkan sample yang representative. Sampel penelitian ini 225 subyek, tetapi pada akhirnya hanya 214 subyek yang dapat dianalisis. Data dianalisis menggunakan program statistik SPS dari Sutrisno Hadi. Hasil penelitian ini mendukung hipotesis bahwa citra raga dan regulasi emosi mempunyai hubungan yang positif dengan perilaku makan. Berdasarkan perhitungan nila rata-rata didapatkan skor rata-rata empiris yang lebih besar daripada skor rata-rata hipotetik. Hal ini berarti subyek penelitian relative mempunyai perilaku makan yang baik. Berdasarkan hasil uji anakova didapatkan skor F empiris yang lebih besar dari skor F pada table. Hal ini berarti tidak ada perbedaan perilaku makan antara laki-laki dan perempuan. Kesimpulan penulis adalah citra raga dan regulasi emosi dapat menjadi predictor yang kuat bagi perilaku makan seseorang, dimana semakin positif citra raga seseorang dan semakin baik kemampuan regulasi emosinya, maka perilaku makannya juga semakin baik.
The problem about eating behavior has been a long history. Eating behavior could became a serious clinical problem if the behavior was not healthy, such high blood pressure, low blood pressure, diabetic, cancer, infertility, anemias, insomnia, amenorrhea (in women) and osteoporosis. Eating behavior is influenced by complex factors. Internal eating behavior is regulated by hipothalamus and body metabolism system. Another factors whose influnce eating behavior are body image and emotion regulation. The author uses self regulation model to explain the corelation between body image, emotion regulation, and eating behavior. The aim of this study is to prove empirically the corelation between body image, emotion regulation, and eating behavior in adolescent. Population of this study were student of SMU N 2 Magelang. Purpossive random sampling is used to get representative sample. Sample of this study were 225 students. Finally 214 students could be analysed. The data were analysed by regression analysis using SPS statisticed program written by Sutrisno Hadi. The result of this study supported the hyphotesis that body image and emotion regulation had positive corelation with eating behavior. Empirical mean scor was bigger than hipotetical mean skor. It meant that subyek of this study relatively had good eating behavior. Empirical F scor was bigger than table F skor. It meant that there was no differences of eating behavior between men and women. The conclution is that body image and emotion regulation could be a strong predictor for eating behavior.
Kata Kunci : Perilaku Makan, Regulasi Emosi dan Citra Raga, Eating Behavior, Body Image, and Emotion Regulation.