Hubungan antara Riwayat Penggunaan NAPZA dengan Agresifitas Narapidana
Perdido, dr. Yudha Nurhantari, Ph.D, Sp.F; dr.Hendro Widagdo, Sp.FM(K)
2023 | Tesis-Spesialis | S2 Ilmu Kedokteran Forensik
Latar Belakang : Diperkirakan 284 juta penduduk dunia adalah pengguna NAPZXA, sedangkan di Indonesia kurang lebih 3,6 juta penduduk yang berusia antara 15-64 tahun adalah pengguna NAPZA aktif. Penyalahgunaan NAPZA menimbulkan perilaku agresif. Perilaku agresif memicu berbagai tindak pidana. Sebagian besar dari pelaku tindak pidana adalah pemakai NAPZA. Penelitian mengenai pengaruh NAPZA terhadap timbulnya perilaku agresif pada narapidana yang sudah tidak menggunakan NAPZA masih belum banyak dilakukan.
Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mencari hubungan antara riwayat pemakaian NAPZA dengan agresifitas narapidana yang diukur dengan dua kuesioner serta mengetahui jenis narkoba apa yang berhubungan dengan perilaku agresif pada narapidana di lapas Yogyakarta.
Metode: penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan metode kasus kontrol. Populasi dan sampel adalah narapidana di LAPAS Yogyakarta sesuai kriteria inklusi dan ekslusi. Sebanyak 201 orang narapidana dilibatkan dalam penelitian ini. Narapidana diberikan dua kuesioner, kuesioner pertama menilai respon narpidan jika diprovokasi secara verbal dan fisik sedangkan kuesioner kedua adalah kuesioner agresivitas Buss-Perry. Pengisian kuesioner dipandu oleh tim peneliti. Data yang terkumpul akan dianalisis menggunakan uji hipotesis Kai Kuadrat dan akan dianalisis keeratan hubungannya dengan menggunakan uji korelasi Spearman pada perangkat lunak SPSS.
Hasil : Analisis antara riwayat pemakaian NAPZA dengan kemunculan respon agresif setelah mendapat provokasi verbal dan fisik didapatkan p=0.000. Analisis hubungan antara riwayat pemakaian NAPZA dengan tingkat agresifitas dan komponen fisik kuesioner agresifitas Buss-Perry didapatkan p=0,219 dan p=0,786. Analisis hubungan antara pemakaian alkohol, metamfetamin, dan ganja terhadap kemunculan respon agresi setelah diprovokasi verbal dan fisik didapatkan berturut-turut p=0,057 dan p=0,007;p=0,008 dan p=0,004, serta p=0,001 dan p=0,05
Kesimpulan : Terdapat hubungan antara riwayat pemakaian NAPZA denan respon agresif setelah diprovokasi fisik maupun verbal, tidak terdapat hubungan antara riwayat pemakaian NAPZA dengan tingkat agresifitas narapidana berdasarkan kuesioner agresifitas Buss-Perry, serta riwayat penggunaan alkohol, ganja, dan amfetaminberhubungan dengan munculnya respon agresi jika mendapat provokasi verbal dan fisik.
Background : It is estimated that 284 million of the world's popuation are drug users, whilie in Indonesia approximately 3,6 million people aged between 15-64 years are active drug users. Drug abuse leads to aggressive behavior. Aggressive behavior triggers various criminal acts and most of perpetrators of criminal acts are drug users. Research on the effect of drugs on the emergence of aggressive behavior in prisoners who are no longer using drugs is still not much done.
Purpose : This study aims to find a relationship between a history of drug use and the aggressiveness of prisoners as measured by two questionnaires behavior among prisoners in Yogyakarta prisons.
Method : This research is an observational study with a case control method. The population and sample are inmates in LAPAS Yogyakarta who fit the inclusion and exclusion criteria. A total of 201 inmates were involved in this study. Inmates were given two questionnaires, the first questionnaire assessed the prisoner's response when provoked verbalyy and physically, while the second questionnaire was the Buss-Perry aggressiveness questionnaire (BPAQ). Filling in the questionnaire were guided by research team. The collected data will be analyzed using chi square and ana analyzed using the Spearman correlation test on SPSS software.
Results : Analysis between the history of drug abuse and the emergence of aggressive responses after receiving verbal and physical provocations obtained p=0.000. Analysis of the relationship between history of drug abuse and the level of aggressiveness and the physical component of the Buss-Perry aggressive questionnaire obtained p=0.219 and p= 0,786. Analysis of the relationship between the use of alcohol, methamphetamine, and cannabis on the emergence of an aggressive response after being provoked verbally and physically obtained p=0.057 and p=0.007; p=0.008 and p=0.004; and p=0,001 and p=0.05.
Conclusions : There is a relationship between a history of drug abuse and aggressive responses after being provoked physically or verbally there is no relationship between a history of drug use and the level of aggressiveness of inmates based on the Buss-Perry aggressiveness questionnaire, and a history of using alcohol, marijuana, and methamphetamin is associated with the appearance of an aggressive response when provoked verbal and physical.
Kata Kunci : agresif, lapas, NAPZA, narapidana / Keyword: aggressive, convicts, drugs abuse, prison