Pengaruh Konsep Vastusastra pada Makna Simbolik Bentuk Arsitektur Bangsal Witana, Keraton Yogyakarta
AJENG KUSUMADEWI PUTRI JATMIKO, Prof. Ir. Tarcicius Yoyok Wahyu Subroto, M.Eng., Ph.D., IPU.
2023 | Tesis | S2 Teknik Arsitektur
Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat sebagai sarana perwujudan nilai (value) berdasarkan pengetahuan lokal yang dapat menjadi indikator perkembangan peradaban. Fakta bahwa Keraton Yogyakarta sebagai centrum kebudayaan jawa yang masih terjaga dan eksis, dibuktikan melalui dua aspek yakni intangible (tak benda) serta tangible (benda). Realitanya distribusi nilai lokal Jawa seperti filosofi kejawaan hingga pandangan hidup semakin terancam di kalangan generasi muda. Revitalisasi fisik Keraton Yogyakarta tentunya didasari kesadaran terhadap krisis pemahaman makna filosofis yang beredar di lingkungan publik. Vitalnya pemahaman mengenai makna simbolik di Keraton Yogyakarta dapat dipelajari melalui bangunan sebab memuat makna simbolik lengkap, khususnya di Bangsal Witana. Bangsal Witanamerupakan salah satu bangunan terbuka yang masih eksis serta memiliki kelengkapan elemen Arsitektur hingga ornamen sarat makna simbolik. Seperti apa jenis bentuk Arsitektur yang ada di Bangsal Witana? Bagaimana tahapan formulasi bentuk simbolik Arsitektur di Bangsal Witana? Serta bagaimana makna simbolik bentuk Arsitektur di Bangsal Witana, Keraton Yogyakarta? Mengingat Bangsal Witana merupakan simbol Arsitektural untuk mengajak seluruh rakyat untuk mengingat Tuhan Yang Maha Esa. Hal ini sejalan dengan urgensi penelitian untuk merumuskan jenis bentuk Arsitekturyang ada di Bangsal Witana, merumuskan tahapan formulasi bentuk simbolik Arsitektur di Bangsal Witana, serta merumuskan makna simbolik bentuk Arsitektur di Bangsal Witana, Keraton Yogyakarta. Metode semiotika dengan model analisis milik Saussure, Peirce, dan Chandler akan diterapkan dalam kajian bentuk Arsitektur Bangsal Witana guna mengungkap faktor laten sehingga menghasilkan kebenaran sesuai dengan pengetahuan lokal. Hasilnya berupa sistem yang terdiri dari tiga komponen tanda, terbangun dari objek bentuk Arsitektur berdasarkan konteks budaya yakni Hinduism (Hindu-India) dengan konsep utama Vastusastra.
Kata kunci: Vastusastra, Bentuk Arsitektur, Makna Simbolik, Bangsal Witana, Keraton Yogyakarta
Ngayogyakarta Hadiningrat Palace means realizing values based on local knowledge as a civilization indicator. Fact Yogyakarta palace as the center of Javanese culture is maintained and exists through two aspects, intangible and tangible (objects). The reality of the distribution of local Javanese values, such as Javanese philosophy and way of life is threatened among the younger generation. The physical revitalization of the Yogyakarta Palace on public crisis awareness of understanding philosophical meaning circulating. It's vital to understand that Yogyakarta Palace's symbolic meaning can be learned through buildings, especially in the Witana ward. Ward Witana is one of the open buildings that still exists and has complete architectural elements to ornaments full of symbolic meaning. What kind of architectural forms types in Ward Witana? What is the formulation of architectural symbolic forms phases in Witana Ward? And what is the symbolic meaning of architectural forms in the Witana Ward, Yogyakarta Palace? consider Witana's architectural symbol to invite all people to remember God Almighty. The research urgency to formulate the types of architectural forms in the Witana Ward, formulate architectural symbolic forms phases in Witana Ward, and formulate the symbolic meaning of architectural forms in the Witana Ward, Yogyakarta Palace. The semiotic method with Saussure, Peirce, and Chandler's analytical model was applied in the research of the architectural forms of Ward Witana to uncover latent factors to produce truths according to local knowledge. The result is a system consisting of three sign components, built from architectural objects based on the cultural context, namely Hinduism (Hindu-India) with the main concept of Vastusastra.
Keywords: Vastusastra, Architectural Forms, Symbolic Meaning, Witana Ward, Yogyakarta Palace
Kata Kunci : Vastusastra, Architectural Forms, Symbolic Meaning, Witana Ward, Yogyakarta Palace