Partisipasi Masyarakat Kampung Tangguh Nusantara Ponggalan Yogyakarta Dalam Pencegahan Dan Penanganan Virus Covid-19
Anthares Christian Utama Salindeho, Dr. Agustinus Subarsono, MSi., MA
2023 | Tesis | S2 Ilmu Administrasi Negara
Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk partisipasi masyarakat Kampung Tangguh Nusantara Ponggalan Yogyakarta dalam pencegahan dan penanganan Covid-19 cukup bagus di mana mereka mempunyai pengetahuan terkait tata cara pencegahan dan penanganan virus Covid-19. Masyarakat juga memiliki keinginan terlibat bagian dari program. Faktor-faktor yang mempengaruhi partisipasi masyarakat yaitu faktor internal adalah kesadaran akan pentingnya mencegah penyebaran virus. Kemudian faktor pekerjaan di mana masyarakat yang tidak bisa hadir ketika rapat, mereka mengirimkan perwakilan dari keluarganya. Faktor eksternal adalah dari keterlibatan stakeholder yang dipimpin oleh pemerintah desa untuk mencegah penularan virus Covid-19, kemudian dari faktor lingkungan seperti usia, jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan, dan lama tinggal seseorang, dan terakhir adalah budaya gotong royong.
Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data dengan observasi, wawancara mendalam dan data sekunder. Terdapat 11 informan yang diwawancara meliputi, kepolisian, TNI, ketua RT, RW, kepala desa dan masyarakat desa. Teknik analisis data dengan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan.
Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis bentuk partisipasi masyarakat dan faktor-faktor partisipasi masyarakat Kampung Tangguh Nusantara Ponggalan Yogyakarta dalam pencegahan dan penanganan Covid-19. Persoalannya dibutuhkan waktu dan usaha yang lama sekitar 5 tahun untuk menumbuhkan kesadaran dan pemahaman masyarakat desa Ponggolan. Disisi lain masalah sosial tetap muncul meskipun sudah usaha keras lebih dari 5 tahun. Masalah sosial yang muncul seperti kesenjangan antar warga yang tinggal di deretan pinggir sungai dengan yang dikampung, selain itu kepengurusan yang tidak berganti sehingga mengakibatkan partisipasi masyarakat bersifat keterwakilan tidak menyeluruh.
The purpose of this study is to analyze the form of community participation and community participation factors of Kampung Tangguh Nusantara Ponggalan Yogyakarta in prevention and handling Covid-19. The problem is that it takes a long time and effort of about 5 years to grow awareness and understanding of the people of Ponggolan village. On the other hand, social problems still arise despite more than 5 years of hard effort. Social problems that arise such as the gap between residents who live in rows of riverbanks and those who are accommodated, in addition to management that does not change, resulting in community participation is not comprehensive representation.
The research method used is qualitative with a descriptive approach. Data collection techniques with observation, in-depth interviews and secondary data. There were 11 informants interviewed including, police, TNI, RT leaders, RWs, village heads and village communities. Data analysis techniques with data collection, data reduction, data presentation and conclusions.
The results showed that the participation of the people of Kampung Tangguh Nusantara Ponggalan Yogyakarta in prevention and handling Covid-19 is quite good where they have knowledge related to procedures prevention and handling Covid-19 virus. People also have a desire to be part of the program actor factor that affects community participation. Internal factor is awareness of the importance of preventing the spread of the virus. Then the work factor where people who could not attend the meeting, they sent representatives from their families. External factors are from the involvement of stakeholders led by village government to prevent transmission virus Covid-19, then from environmental factors such as age, type Gender, Education, Occupation, and long stay a person, and lastly is the culture of mutual aid.
Kata Kunci : partisipasi, masyarakat, kampung, nusantara, covid-19 / participation, community, kampung, nusantara, covid-19