Laporkan Masalah

Kebijakan AMerika Serikat terhadap terorisme Internasional pasca tragedi World Trade Centre (WTC)

SURYA S., Andi Ety, Prof.Dr. T. Ibrahim Alfian, MA

2003 | Tesis | S2 Pengkajian Amerika

Kajian ini bertujuan untuk mengetahui kebijakan Amerika Serikat terhadap terorisme internasional sejak terjadinya tragedi World Trade Centre (WTC), 11 September 2001 hingga sekarang, akibat yang ditimbulkan oleh tindakan terorisme, dan respons Amerika Serikat terhadap perkembangan terorisme internasional. Penelitian ini menggunakan Interdiscipinary Studies, dengan menggunakan pendekatan sejarah, antropologi, ekonomi, politik, dan sastra, serta penerapan analisis Past- Present-Future, pendekatan Region, Nation, dan World, dan Micro to Macro. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode pustaka dengan memanfaatkan data-data yang tersedia di perpustakaan seperti buku-buku, jurnal, surat kabar, artikel, karya orang lain, dan internet. Hasil penelitian menunjukkan kebijakan Amerika Serikat terhadap terorisme internasional saat ini tidak lepas dari Osama bin Laden dan Al-Qaedah yang merupakan tersangka utama tragedi WTC 11 September 2001. Tragedi yang menghancurkan WTC di New York dan merusak satu sisi bangunan Pentagon di Washington DC tersebut membangkitkan "kemarahan" dalam berbagai upaya pemberantasan terorisme yang dilakukan Amerika Serikat dan memperoleh dukungan penuh dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Tentu saja rangkaian aksi terorisme yang dipublikasikan Departemen Luar Negeri Amerika Serikat merupakan perspektif kepentingan Amerika Serikat. Akibat runtuhnya WTC tidak hanya dirasakan oleh Amerika Serikat sendiri tapi membawa akibat langsung pada runtuhnya perkantoran beberapa lembaga keuangan yang amat terkemuka di Amerika Serikat juga dunia dunia. Namun dalam politik antiterorismenya, secara hukum tampaknya Amerika Serikat juga terkesan dapat melakukan apa saja. Amerika Serikat saat ini begitu agresif mengumandangkan perang bagi siapa saja yang melindungi pihak-pihak yang dipandang sebagai teroris, khususnya yang dinilai mempunyai pertalian dengan musuh nomor satunya, yakni Osama bin Laden. Terorisme yang disponsori oleh negara terjadi manakala sebuah pemerintahan menggunakan terorisme sebagai alat dari kebijakan luar negerinya. Dengan menyewa, melatih, menyediakan tempat persembunyian, membiayai, dan bahkan melindungi para teroris, negara tersebut dapat melakukan gerakan perlawanan bawah tanah terhadap musuhnya yang ada di dalam dan luar negeri. Dan kenyataan inilah yang sebenarnya dihadapi oleh Amerika Serikat dan Sekutunya dalam upayanya menghancurkan Taliban dan Osama.

This thesis is an attempt to reveal American foreign policy on international terrorism since World Trade Center (WTC) tragedy, on September, 11th 2001 up to the present time, to study the effects of terrorism, and the Responds of The United States toward the development of international terrorism. To be able to have a total comprehension of the issue, this thesis applies the interdisciplinary approach and studies the matter from the viewpoints of history, literature, anthropology, economy, and politic. This thesis also applies Past-Present-Future analysis, Region-Nation-World approach, and Micro to Macro approach. The method used in this thesis is library research utilizing data available in library such as books, journals, newspaper, and Internet sources. The result of this study shows that American foreign policy on international terrorism is on the basis of fighting Osama bin Laden and Al-Qaedah who are the main suspects of WTC tragedy. This tragedy triggers American “anger” in the forms of many efforts done and of getting the United Nation support. The secretary of foreign affair of the United of America makes these actions public with all perspectives for the sake of America. However in their anti-terrorism politic, the United States of America seems to do anything in their frame corridor of law. America seems so aggressive to proclaim a war to any countries daring to protect anybody or any country considered terrorists, especially those having connection to Osama bin Laden. Terrorism sponsored by a country happens when a country uses terrorism as a means of foreign policy. By hiring, training, providing a hiding place, financially supports, that country could do underground war toward their enemy in or outside the country. This evidence is the thing faced by America and his allies in his effort to combat Taliban and Osama.

Kata Kunci : Terorisme,WTC,Kebijakan Amerika Serikat, Politic, Foreign Policy, International Terrorism


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.