Laporkan Masalah

Itikad baik dalam pelaksanaan perjanjian :: Suatu kajian yuridis

KUSMIATI, N. Ike, Dr. Hj. Siti Ismijati Jenie, SH.,CN

2003 | Tesis | S2 Ilmu Hukum

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi itikad baik dalam pelaksanaan perjanjian dan mengetahui peranan hakim dalam menilai suatu pelaksanaan perjanjian atas dasar itikad baik. Penelitian ini bersifat deskriptif analitis bertujuan untuk memperoleh gambaran yang menyeluruh tentang itikad baik dalam pelaksanaan perjanjian. Dengan pendekatan yuridis normatif bertujuan mencari kaedah, norma atau das Sollen dan perilaku atau das Sein, dilakukan dengan penelitian kepustakaan dan penelitian lapangan sebagai penunjang. Sarana yang dipergunakan dalam pengumpulan data sekunder adalah studi dokumen, sedangkan data primer dengan pedoman wawancara. Metode dan pengumpulan data sekunder adalah purposive sampling, dengan melihat penerapan Pasal 1338 ayat (3) KUHPerdata dalam beberapa putusan yang sudah berkekuatan hukum tetap dan dalam mengumpulkan data primer dipergunakan juga metode purposive sampling yaitu dengan menentukan responden berdasarkan kriteria tertentu sesuai tujuan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa itikad baik dalam pelaksanaan perjanjian masih dijumpai banyak pelanggaran, yaitu dengan masih banyaknya pelanggaran terhadap pelaksanaan perjanjian yang diajukan atas dasar wanprestasi dan atau perbuatan melawan hukum karena tidak dipenuhi isi perjanjian oleh salah satu pihak. Itikad baik dalam pelaksanaan perjanjian Pasal 1338 ayat (3) KUHPerdata diimplementasikan oleh hakim secara kasuistis terhadap peristiwanya melalui kegiatan penemuan hukum, Peranan hakim memiliki posisi strategis, karena hakim akan mengisi Pasal 1338 ayat (3) KUHPerdata sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan masyarakat, oleh karenanya disamping hakim menegakkan hukum juga berperan sebagai pembaharu hukum.

This research aims to know the implementation of good faith in agreement implementation and the role of a judge in the judgement of agreement implementation based on good faith. The research is descriptive and analytical and aims to obtain a comprehensive description of good faith in agreement implementation. Adopting a normative legal approach, it intends to identify the principle, norm or das solen and behaviour or das sein by means of researches in the library and the field. The instrument for data collection is a document study to obtain the secondary data and interview guideline for the primary data. A purposive sampling method is used by means of regarding the application of the Article 1338 (3) of the Civil Code in some verdicts that have absolute legal forces. The same method is used in deciding the respondents by basing on a certain criterion according to the research objectives. The research results show that good faith in agreement implementation has not been well respected. There are many violations such as breaking the promise, or breaking the laws by not fulfilling the agreement content by one of the parties. Good faith in agreement implementation according to the Article 1338 (3) of the Civil Code is applied by the judge, depending on each individual case through law invention. The judge has a strategic role, for he will apply the Article 1338 (3) of the Civil Code according to the need and social dynamic. Therefore, the judge is not only enforcing the law, but also playing the role of inventing (renewing) the law.

Kata Kunci : Hukum Perjanjian, Itikad Baik, Good faith, Agreement implementation


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.