Laporkan Masalah

Pemutusan hubungan pewarisan oleh saudara kandung orang tua angkat terhadap anak angkat menurut Hukum Adat Bali

MANUABA, Ida Bagus Rai, Djoko Sukisno, SH.,CN

2003 | Tesis | S2 Ilmu Hukum (Magister Kenotariatan)

Penelitian ini. bertujuan untuk wengetahui Pemutusan hubungan pewarisan oleh saudara kandung orang tua angkat terhadap anak angkat menurut hukurn adat Bali. Disamping itu untuk mengetahui hak dan kewajiban anak angkat yang telah diputus hubungan pewarisannya nenurut hukum adat Bali. Penelitian ini merupakan penelitian sosiologis yuridis yaitu penelitian yang menitikberatkan pacía hukum yang berlaku di masyarakat. Tiga puluh (30) Responden dipilih dengan metode non rendom sampling dan ditentukan secara purposive, pengambilan sampet responden dengan cara snow ball dan masyarakat adat Kelurahan Penatih, Kelurahan Kesiman, Kelurahan Padangsambian dan Desa Peguyangan Kangin yaitu anggota masyarakat yang telah melakukan pemutusan hubungan pewarisan terhadap anak angkat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Peruutusan hubungan pewarisan oleh saudara kandung orang tua angkat dapat dibenarkan. Sesuai dengan Sistern kekerahatan patrilinial yang dianut oleh umat Hindu di Bali, oahwa pengangkatan anak bukan hanya urusan orang tua angkat dengan anak angkat. Disamping itu juga merupakan urusan kerabat, oleh karena itu kerabat dan si pengangkat anak dalam hal ini saudara kandung orang tua angkat dapat memutus pengangkatan anak tersebut asal memenuhi alasan— alasan. Adapun alasan—alasan pernutusan pengangkatan anak adalab Anak angkat tidak melaksanakan kewajiban seperti upacara di sanqgah atau rnerejan, pemujaan terhadap leluhur, pengabenan dan kewaj iban di lingkungan masyarakat adat. Anak angkat yang telah diputus hubungan pewarisannya oleh saudara kandung orang tua angkat tidak mempunyai hak dan kewaj iban terhadap orang tua angkat maupun terhadap orang tua kandung.

This research aims to study the termination of an adopted child’s inheriting relation by sibling of the adopting parents according to alinese customary law. tt aLso aims to know the rights and obligation of and adopted child after che termination of inheriting relation according to Balinese customary law. This is a juridical and sociological research, a research focusing on the laws adopted in a society. It chose 30 respondents based on a non random sampling method. The sample determination is purposive, combining a snow ball technique. The respondents are from the society of Penatih, KesimarL, Padang Sembilan, and Peguyangan Kangin villages. The respondents arc those involved in a termination of adopted child’s inheriting relation . The research findings show that termination of adopted child’s inheriting relation by sibling of the adopting parents is acceptable. According to the patriarchal system in alinese Hinduism, child adoption is not an affair entirely between the adopting parents and the adopted child, thus the kin, particularly siblings, of the adopting parents may revoke the adoption as long as there are strong reasons. The reasons acceptable by the law include the fact that an adopted child did not perform duties/responsibilities such as attending a ritual of san ggah or merejan, devotion to the ancestor, ngaben (cremation), and ocher obligations assigned by the adat society. Having been terminated from the inheriting relation by sibling of the adopting parents, an adopted child no longer has the rights and responsibility towards neither the adopting parents nor the real parents.

Kata Kunci : Hukum Waris,Anak Angkat,Adat Bali, termination of inheriting relation, sibling of adopting parents Balinese customary law


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.