Laporkan Masalah

EROSI DAN ALTERNATIF KONSERVASI TANAH DAN AIR PADA LAHAN HUTAN PRODUKSI {Studi kasus di Hutan Tanaman Industri PT. Musi Hutan Persada Unit II Merbau Sumatera Selatan)

WINARSIH , lr. Ambar Kusumandari, M.E.S .

2006 | Skripsi | S1 KEHUTANAN

Erosi dapat terjadi pada setiap lahan baik di lahan pertanian, padang rumput, maupun lahan hutan dan kerusakan yang diakibatkan dampaknya sangat buruk baik ditinjau dari aspek ekologi maupun ekonomi. PT. Musi Hutan Persada merupakan hutan produksi dengan struktur tegakannya membentuk hutan seumur (even aged forest) dan sejenis (monokultur) dengan sistem silvikultur yang diterapkan adalah tebang habis, penanaman secara terus menerus pada tapak dengan spesies yang sama tanpa pengembalian unsur hara akan mengakibatkan penurunan produksi, baik produktivitas tapak maupun tegakan dan kegiatannya meliputi penyiapan lahan, penebangan, penyaradan menggunakan alat-alat berat berdampak terjadinya pemadatan tanah, mengakibatkan menurunnya infiltrasi air tanah dan pada gilirannya akan terjadi erosi sehingga prduktivitas dan pertumbuhan tanaman menjadi rendah. Metode penelitian yang diguanakan untuk mengetahui besarnya erosi adalah dengan rumus USLE (Universal Soil Loss Equation) yaitu RxKxLSxC.xP R faktor erosivitas hujan, K faktor erodibilitas tanah, LS faktor panjang dan kemiringan lereng, C faktor pengelolaan tanah dan P faktor praktek penanggulangan erosi. Adapun untuk menetukan altematif Konservasi Tanah dan Air menggunakan metode pencocokan (matching) dengan mempertimbangkan karakteristik fisik, dan daya dukung lahan serta tingkat kesesuaiannya. 1. Pendugaan erosi dengan menggunakan rumus USLE diperoleh besar erosi yang terjadi di daerah penelitian sebesar : 114, 11 ton/ha/th, dengan tingkat erosi pada petak tahun tanam 2001 :32,89 ton/ha/th TBE sedang, petak tahun tanam 2002: 87,72 ton/ha/th TBE berat, petak tahun tanam 2004 : 30, 18 ton/ha/th TBE sedang, petak tahun tanam : 2005 30, 18 ton/ha/th TBE sedang, petak konservasi : 0, J I ton/ha/th TBE sangat ringan dan petak tanah kosong : 419,88 ton/ha/th TBE sangat berat. 2. Tindakan konservasi tanah dan air yang diusulkan mempertimbangkan faktor kemiringan lahan, kedalama tanah, TBE (Tingkat Bahaya Erosi). Hutan tanaman industri PT. Musi Hutan Persada Unit II Merbau memerlukan tindakan KTA berupa teknik vegetatif yaitu : penanaman diantara tanaman pokok dengan tanaman semusim dan tanaman yang tahan terhadap kondisi kurang cahaya dan pemanfaatan sisa-sisa atau residu tebangan sebagai bantalan saat melakukan penebangan, pengakutan dan penyaradan.

Kata Kunci : erosion, erosion hazard level, and soil and water conservation.

  1. Abstract.pdf  
  2. Bibliography.pdf  
  3. Table_of_Content.pdf  
  4. Title.pdf