Analisis Peramalan Time Series pada Permintaan Benih Ikan Budidaya dengan Metode Kombinasi Ordinary Least Square (OLS) (Studi Kasus: UPR Budi Fish Farm)
Aliyah, Ir.Nur Mayke Eka Normasari, S.T., M.Eng., Ph.D., IPM., ASEAN Eng.
2023 | Skripsi | TEKNIK INDUSTRI
Konsumsi ikan dunia terus meningkat dari tahun ke tahun. Kementrian
Kelautan dan Perikanan (KKP) Indonesia terus mendorong masyarakat Indonesia
untuk meningkatkan konsumsi ikan sebagai sumber protein utama. Ikan konsumsi
sendiri bisa didapatkan dari hasil tangkap maupun budidaya. Produksi ikan
nasional dapat dipenuhi dengan memperluas produksi ikan budidaya selain dari
perikanan tangkap yang sudah tereksploitasi secara berlebihan. Dalam memenuhi kebutuhan produksi ikan
budidaya, petani biasanya membeli benih ikan dari pihak lain untuk kemudian
dibesarkan. Salah satu pelaku usaha yang memproduksi benih ikan dan melayani
penjualan ke seluruh Indonesia adalah Unit Pembibitan Rakyat (UPR) Budi Fish
Farm yang berlokasi di Yogyakarta. Segmen utama dari UPR Budi Fish Farm adalah
benih ikan dengan fokus pemasaran ke luar pulau Jawa. Menurut pemilik Budi Fish
Farm, sering kali terjadi masalah kekurangan stok karena permintaan yang tinggi
sehingga UPR tidak mampu untuk memenuhi maupun sebaliknya.
Dengan adanya masalah tersebut, maka perlu dilakukan analisis peramalan
permintaan benih ikan di UPR Budi Fish Farm untuk mengurangi terjadinya perbedaan
antara stok dan permintaan. Produk yang diramalkan pada penelitian ini adalah
benih ikan nila, gurami, bawal, patin, dan ikan mas. Penelitian ini dilakukan
untuk mengetahui pola data dan metode peramalan yang tepat untuk permintaan benih
ikan budidaya di UPR Budi Fish Farm. Penelitian dimulai dengan pengumpulan data
aktual yang didapat dari pihak Budi Fish Farm pada periode Januari 2019—April
2023. Kemudian dilakukan identifikasi pola data menggunakan autocorrelation
function (ACF) dan identifikasi pola permintaan dengan perhitungan nilai CV2
dan ADI. Hasil dari analisis korelogram menunjukkan jenis ikan nila memiliki
pola data tren, sementara keempat jenis ikan lainnya memiliki pola stasioner.
Hasil dari perhitungan nilai CV2 dan ADI menunjukkan kategori pola
permintaan pada jenis ikan bawal, patin, dan ikan mas adalah lumpy.
Berdasar hasil analisis tersebut kemudian dipilih metode kandidat peramalan
yang sesuai dengan identitas data masing-masing jenis ikan budidaya.
Dengan terpilihnya metode kandidat peramalan untuk setiap jenis ikan, kemudian dicari nilai parameter peramalannya untuk selanjutnya dilakukan peramalan. Kemudian dipilih 2 metode terbaik dengan nilai parameter error terendah pada setiap jenis ikan untuk digunakan pada metode kombinasi Ordinary Least Square (OLS). Nilai intercept dan pembobotan dicari dengan bantuan software Microsoft Excel untuk menghasilkan nilai error yang optimal. Hasil peramalan kombinasi OLS menunjukkan nilai error yang lebih baik dibandingkan pada peramalan tunggal sehingga metode peramalan kombinasi OLS dipilih.
The world's fish consumption continues to
increase from year to year. The Indonesian Ministry of Marine Affairs and
Fisheries (KKP) continues to encourage the Indonesian community to increase
fish consumption as a primary source of protein. Consumption of fish can be
obtained from both capture fisheries and aquaculture. National fish production
can be met by expanding the production of aquaculture, in addition to
over-exploited capture fisheries. To fulfill the demand for the production of
cultivated fish, cultivators usually buy fish seeds from other parties for
further cultivation. One business entity that produces fish seeds and sells
them throughout Indonesia is the Unit Pembibitan Rakyat (UPR) Budi Fish Farm,
in Yogyakarta. The main focus of UPR Budi Fish Farm is fish seeds, with a
marketing focus outside the island of Java. According to the owner of Budi Fish
Farm, there is often a problem of stock shortage due to high demand, and as a
result, UPR is cannot fulfill it.
Given these problems, analyzing the forecast
demand for fish seeds at UPR Budi Fish Farm is necessary to reduce the gap
between stock and demand. The products forecasted in this study are fish seeds
of tilapia, gourami, pomfret, catfish, and goldfish. This research is conducted
to determine the appropriate data patterns and forecasting methods for the
demand for aquaculture fish seeds at UPR Budi Fish Farm. The research began by
collecting actual data obtained from Budi Fish Farm from January 2019 to April 2023.
Then, data patterns are identified using the autocorrelation function (ACF),
and demand patterns are identified by calculating CV2 and ADI values. The
analysis of the correlogram results shows that tilapia has a trend data
pattern, while the other four types of fish have stationary data patterns. The
calculation values of CV2 and ADI show that the demand pattern categories for
pomfret, catfish, and goldfish are lumpy. Based on these analysis results,
candidate forecasting methods suitable for each type of aquaculture fish are
selected.
After selecting candidate forecasting methods for each type of fish, the forecasting parameter values are determined for further forecasting. Then, the two best methods with the lowest error parameters for each type of fish are selected for use in the Ordinary Least Square (OLS) combination method. The intercept and weighting values are determined using Microsoft Excel software to generate optimal error values. The combined OLS forecasting results show better error values than the single forecasting method, so the combined OLS forecasting method is the choice.
Kata Kunci : Peramalan Permintaan Benih Ikan Budidaya, Time Series, Metode Kombinasi Peramalan, Ordinary Least Square