Komparasi Kecenderungan Depresi Pekerja Migran dan Nonmigran Internal di Indonesia : Analisis Data Indonesian Family Life Survey (IFLS)
Sumayah Fahrunnisa', Bhina Patria, S.Psi, M.A, Dr. rer. Pol.
2023 | Skripsi | PSIKOLOGI
Depresi menjadi isu kesehatan mental yang paling banyak ditemukan di tempat kerja. Sebagai negara yang terkenal dengan tingkat urbanisasi tertinggi di Asia, Indonesia merupakan negara dengan tingkat migrasi internal menuju perkotaan yang cukup tinggi, dengan tujuan utama untuk meningkatkan kualitas hidup. Akan tetapi, penelitian terdahulu menunjukkan pengaruh disruptif migrasi terhadap kondisi kesehatan mental pekerja migran, berikut dukungan sosial yang dapat menjadi salah satu faktor protektif pekerja migran dalam menghadapi risiko depresi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kecenderungan depresi pada migran dan nonmigran serta mengetahui pengaruh dukungan sosial keluarga dan jenis kelamin dalam membedakan kecenderungan depresi pada populasi pekerja migran. Penelitian ini merupakan penelitian cross-sectional, dengan menggunakan data 12.266 responden yang diperoleh dari data sekunder IFLS-5. Kecenderungan depresi diukur menggunakan instrumen CESD-10. Hasil analisis uji beda (Independent sample T-test dan Two-way ANOVA) menunjukkan bahwa terdapat perbedaan signifikan kecenderungan depresi pada migran dan nonmigran, dengan skor lebih tinggi ditemukan pada migran. Selain itu, dukungan sosial dan jenis kelamin juga secara signifikan membedakan kecenderungan depresi pada pekerja migran, meskipun tidak ditemukan interaksi antara keduanya. Penelitian lanjutan perlu dilakukan dengan beberapa pengembangan, terutama untuk mengetahui dinamika perkembangan depresi pada pekerja migran.
Depression is known as the most common mental health issue found in the workplace setting. As a country with the highest urbanization rate among other Asian countries, Indonesia has a fairly high rate of internal migration toward cities, with the main objective is improving their quality of life. However, previous studies have shown the disruptive effect of migration on the migrant worker’s mental health along with social support as one of its preventive measures. This study aims to determine differences of depression tendencies among internal migrants and nonmigrants workers and the effect of family social support and gender in differentiating depression tendencies in the migrant worker population. A cross-sectional study was conducted by analyzing data of 12.266 respondents that were obtained from a national-level survey Indonesian Family Life Survey 5 (IFLS-5). There, the depression tendency was measured using CESD-10. Using the independent sample t-test and two way ANOVA analysis, this study result shows significant differences of depression tendency among migrants and non-migrants, with migrants showing more depressive symptoms. In addition, social support and gender also significantly differentiated the tendency of depression in migrant workers, although no interaction was found between them. Further research needs to be done with several developments, to find out the causal effect of migration towards depression in migrant workers.
Kata Kunci : kecenderungan depresi, migrasi, dukungan sosial, keikutsertaan keluarga, jenis kelamin