Hubungan perilaku ibu dalam perawatan dengan pertumbuhan dan perkembangan anak usia 1-3 tahun yang memiliki riwayat bayi berat lahir rendah di kota Yogyakarta
Rolas Nenty, Lely Lusmilasari, S.Kp.,M.Kes.,Ph.D.; Sri Hartini, S.Kep.,Ns.,M.Kes.,Ph.D.
2023 | Tesis | S2 Magister Keperawatan
Latar belakang: Bayi berat lahir rendah berisiko 2,4 kali lipat untuk mengalami keterlambatan perkembangan dan berisiko 17,063 kali lebih besar untuk mengalami stunting, untuk mencegah terjadinya gangguan pada pertumbuhan dan perkembangan pada anak dengan riwayat BBLR adalah dengan memberikan perawatan yang berkualitas
Tujuan: Mengetahui hubungan perilaku ibu dalam perawatan dengan pertumbuhan dan perkembangan anak usia 1-3 tahun yang memiliki riwayat BBLR di Kota Yogyakarta.
Metode: Desain penelitian cross sectional. Sampel penelitian adalah ibu dan anak usia 1-3 tahun yang memiliki riwayat BBLR berdomisili di Kecamatan Gedongtengen, Jetis dan Tegalrejo Kota Yogyakarta berjumlah 66 responden. Pengambilan sampel dengan two stage cluster random sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner perilaku perawatan, Kuesioner Pra Skrining Perkembangan (KPSP), pengukuran antropometri dengan klasifikasi menggunakan nilai Z score berdasarkan berat badan menurut umur (BB/U) dan tinggi badan menurut umur (PB/U atau TB/U) dan berat badan menurut panjang badan/tinggi badan (BB/PB atau BB/TB). Analisis bivariat menggunakan uji Chi Square dan multivariat menggunakan regresi logistik.
Hasil: Sebagian besar pertumbuhan anak usia 1-3 tahun yang memiliki riwayat BBLR di Kota Yogyakarta berdasarkan z-score BB/PB, BB/U, dan PB/U berada pada kategori normal. Setengah (56,1%) anak usia 1-3 tahun yang memiliki riwayat BBLR di Kota Yogyakarta pada kategori perkembangan sesuai. Setengah ibu (51,5%) berperilaku kurang dalam perawatan, terdapat hubungan antara perilaku ibu dalam perawatan dengan pertumbuhan berdasarkan indikator BB/PB atau BB/TB (p=0,035) dan perkembangan (p=0,000) anak usia 1-3 tahun yang memiliki riwayat BBLR. Ibu yang berperilaku kurang baik dalam perawatan berpeluang 31 kali anaknya mengalami perkembangan tidak sesuai (OR=31,801)
Kesimpulan: Perilaku ibu dalam perawatan adalah faktor yang paling memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan pada anak usia 1-3 tahun yang memiliki riwayat BBLR. Diharapkan ibu lebih meningkatkan kemampuannya dalam melakukan perawatan pada anak yang memiliki riwayat BBLR
Background: Low birth weight babies are 2.4 times more likely to experience developmental delays and 17.063 times more likely to experience stunting. Efforts that can be made to prevent disruption to physical growth and development in children with a history of LBW are to provide quality care
Objective: To determine the relationship between maternal behavior in care and growth and development of children aged 1-3 years who have a history of LBW in the city of Yogyakarta.
Method: The cross sectional research was used. The research samples were mothers and children aged 1-3 years who had a history of LBW who were domiciled in Gedongtengen, Jetis and Tegalrejo Districts, Yogyakarta City, totaling 66 respondents. Sampling with two stage cluster random sampling. Data collection using mother care behavior questionnaire, Developmental Pre-Screening Questionnaire (KPSP), anthropometric measurements with classification using Z score values based on weight according to age (BB / U) and height according to age (PB / you or TB / U) and weight according to body length / height (BB / PB or BB / TB). Bivariate analysis using the Chi Square test. Multivariate analysis using logistic regression.
Results: Most of the growth of children aged 1-3 years who have a history of LBW in the City of Yogyakarta based on the z-scores of BB/PB, BB/U, and PB/U are in the normal category. Half (56.1%) of the development of children aged 1-3 years who have a history of LBW in Yogyakarta City are in the appropriate category. Half of the behavior of mothers in care (51.5%) is in the less category. there is a relationship between maternal behavior in care with growth based on indicators of BB/BP or BB/TB (p=0.035) and development (p=0.000) of children aged 1-3 years who have a history of LBW. Mothers who behave poorly in care have a 31 times chance that their children will experience inappropriate development (OR=31.801)
Conclusion: Mother's behavior in care is the most influences factor of growth and development of children aged 1-3 years who have a history of LBW. Mothers can improve their ability to treat children who have a history of low birth weight.
Kata Kunci : perilaku ibu, perawatan, BBLR, pertumbuhan, perkembangan/ maternal behaviors, care, LBW, growth, development