Laporkan Masalah

Perlindungan hukum investor terhadap emiten yang dinyatakan pailit :: Studi kasus perkara No.55/PDT.G/2001/PN. Jak. Sel

RINI, Ni Luh Perginasari Artitah, Prof.Dr. Nindyo Pramono, SH.,MS

2003 | Tesis | S2 Ilmu Hukum (Magister Hukum)

Penelitian tentang Perlindungan Hukum Investor Terhadap Emiten yang Dinyatakan Pailit (Studi Kasus Perkara No. 55/PDT.G/2001/PN.JAK.SEL) merupakan penelitian yuridis normative. Dalam penelitian ini diangkat permasalahan bagaimanakah kedudukan hukum investor yang membeli saham emiten yang dinyatakan pailit, bagaimanakah bentuk perlindungan hukum terhadap investor yang berada di luar tempat kedudukan emiten, dan upaya hukum yang dapat dilakukan oleh investor yang berada di luar tempat kedudukan emiten yang dinyatakan pailit untuk memenuhi hak-hak mereka. Penelitian ini merupakan studi kasus yang ditentukan secara purposive. Adapun responden ini adalah pihak tergugat dan penggugat dalam perkara No. 55/PDT.G/2001/PN.JAK.SEL serta hakim yang memeriksa dan memutus perkara tersebut. Selain responden tersebut, penulis melakukan penelitian untuk mengetahui pendapat dari narasumber yaitu pejabat Bursa Efek Jakarta (BEJ) dan pejabat dari Badan Pengawas Pasar Modal (Bapepam). Hasil penelitian menunjukkan bahwa membeli saham milik Perseroan tersebut maka mempunyai hak dan kewajiban sebagai seorang pemilik saham dari suatu Perseroan Terbatas yang tunduk terhadap ketentuan UUPT. Hal ini berkaitan dengan resiko usaha yang dialami oleh suatu PT, yaitu apabila suatu PT tidak mampu menyelesaikan hutang- hutangnya hingga dinyatakan pailit, maka masing-masing pemilik saham bartanggungjawab sebatas sejumlah dan nilai saham yang mereka miliki. Perlindungan hukum yang utama bagi investor adalah melalu prinsip keterbukaan yang harus dilaksanakan mulai sejak pasar perdana maupun pada pasar sekunder. Pada pasar perdana prinsip keterbukaan paling nampak adalah pada prospektus, sedangkan pada pasar sekunder pelaksanaan prinsip keterbukaan tampak pada kewajiban pelaporan baik yang bersifat rutin maupun laporan lain dalam hal ada kejadian tertentu.

The research on the legal protection for an investor against an emitent declared to be bankcrupt (A Case Study of the Case No. 55/PDT.G/2001/PN.JAK.SEL) is a juridical normative research. It addresses questions on what legal status an investor has when buying stocks of a bankrcupt emitent, what legal protection is for an investor who resides outside the emitent’s quarter, and what measures are to take by an investor living outside the bankcrupt emitent’s quarter in order to reserve his/her rights. It is a case study decided purposively. The respondents are the accused and the litigant in the case no. 55/PDT.G/2001/PN.JAK.SEL, as well as the judge who examined and decided the case. In addition, the researcher conducts a research to know the opinion of the resource persons such as the dignitaries from the Jakarta Stock Exchange and the Stock Market Monitoring Agency (Bapepam). The research results show that buying stocks from a shareholder gives an investor rights and responsibilities of the stock-owner of that concerned limited liability company, thus, subject to the regulation in the UUPT. This relates to the business risk a company has to bear, especially when it fails to pay the debt so it is declared bankcrupt, i.e., to be responsible in the limit up to the number, and the value, of the stocks he/she owns. The primary legal protection for an investor is given through the principal of transparency which much be carried out since in both the primary, and the secondary, market. In the primary market, it is reflected most in the prospectus while in the secondary market it is in the obligation for both routine reporting and other kinds of reporting whenever a particular event so requires.

Kata Kunci : Perlindungan Hukum Investor, Emiten yang Pailit, Legal Protection for Investor, Bankcrupt Emitent


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.