Laporkan Masalah

KONTRIBUSI DANA HIBAH PARIWISATA PADA KEBERLANJUTAN USAHA PARIWISATA DI KOTA TANGERANG

Alan Nuari, Prof. Dr.-Phil. Janianton Damanik, M.Si; Prof. Dr. Dyah Mutiarin, S.I.P., M.Si

2023 | Tesis | S2 Magister Kajian Pariwisata

Penerapan kebijakan pembatasan mobilitas manusia selama masa pandemi Covid-19 berdampak bagi pelaku usaha pariwisata, khususnya usaha hotel dan restoran. Dampak tersebut ialah menurunnya okupansi dan pendapatan mereka. Dalam rangka mitigasi dampak negatif pandemi Covid-19 terhadap sektor pariwisata, pemerintah Indonesia membuat suatu kebijakan pemberian stimulus keuangan yang dikenal dengan kebijakan Dana Hibah Pariwisata. Tujuan penelitian ini adalah untuk menemukan gambaran kontribusi Dana Hibah Pariwisata terhadap keberlanjutan usaha pariwisata dan menemukan gambaran karakteristik usaha pariwisata yang masih berlanjut 

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data menggunakan teknik wawancara langsung ataupun e-mail dan dokumentasi. Pengolahan dan analisis data terdiri dari tiga alur kegiatan inti, yaitu reduksi data, pengolahan data, dan penarikan kesimpulan untuk menemukan gambaran kontribusi Dana Hibah Pariwisata terhadap keberlanjutan usaha pariwisata dan menemukan gambaran karakteristik usaha pariwisata yang masih berlanjut. 

Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat tiga kontribusi besar pelaksanaan kebijakan Dana Hibah Pariwisata terhadap keberlanjutan pelaku usaha pariwisata untuk dapat bertahan selama masa pandemi. Kontribusi tersebut, antara lain, ialah: pertama, pembayaran gaji; kedua, membantu pembayaran biaya utilitas atau biaya pendukung bisnis; dan ketiga, membantu biaya penambahan fasilitas CHSE atau fasilitas hotel ataupun biaya produksi. Namun, jika dilihat lebih detail, kebijakan ini tidak memiliki kontribusi yang signifikan kepada keberlangsungan bisnis mereka. Kemudian, diketahui bahwa karakteristik usaha pariwisata pada masa pandemi yang termasuk dalam bisnis jaringan atau bisnis besar cenderung lebih memiliki ketahanan dan kemampuan berlanjut daripada usaha yang tidak termasuk dalam usaha skala besar. Selain itu, indikator lain, seperti usaha yang memiliki lokasi strategis, menerapkan inovasi terhadap produk dan pelayanannya, serta melakukan pengelolaan keuangan yang baik juga memiliki kemampuan berlanjut yang lebih tinggi dibandingkan dengan bisnis lain yang tidak menerapkan hal tersebut.

Implementing a policy limiting human mobility during the COVID-19 pandemic impacted the tourism business sector, especially hotel and restaurant businesses, decreasing their occupancy and income. To mitigate the negative impact of the COVID-19 pandemic on the tourism sector, the Government of Indonesia then made a policy of providing financial stimulus known as the Tourism Grants policy. This study aims to determine the contribution of tourism grants to the continuity of the tourism business and the characteristics of tourism businesses that are still ongoing.

The research used qualitative methods, with data collection techniques using direct interviews or email and documentation. Processing and analysis of data using consists of three core activity streams, namely data reduction, data processing, and conclusion, to find an overview of the contribution of tourism grants to the continuity of the tourism business and describe the characteristics of an ongoing tourism business.

The results of the study show that there are three major contributions to the implementation of the tourism grants policy toward the continuity of tourism business actors to survive during the pandemic. These contributions include, First, payroll. Second, help pay utility costs or business support costs. Third, help with the cost of adding CHSE facilities/hotel facilities or production costs. However, if we take a deeper look, many business actors say that this policy does not significantly impact their business continuity. Then it is known that the characteristics of tourism businesses during the pandemic included in network or large-scale businesses tend to have more resilience and ability to continue than businesses not included in large-scale businesses. In addition, other indicators, such as businesses that have strategic locations, apply innovation to their products and services, and carry out the good financial management, also have higher continuity capabilities than other businesses that do not implement this.

Kata Kunci : Dana Hibah Pariwisata; Kontribusi; Karakteristik Usaha Pariwisata

  1. S2-2023-484950-abstract.pdf  
  2. S2-2023-484950-bibliography.pdf  
  3. S2-2023-484950-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2023-484950-title.pdf