Laporkan Masalah

Potensi Hasil dan Toleransi Kekeringan Seri Klon Teh (Camellia sinensis (L.) Kuntze) PGL di Kebun Produksi Pagilaran Bagian Andongsili

PRADISYA KRISYANDO, Prof. Dr. Ir. Didik Indradewa, Dip. Agr. St.; Ir. Sriyanto Waluyo, M.Sc.

2012 | Skripsi | S1 AGRONOMI

Teh (Camellia sinensis (L.) Kuntze) merupakan tanaman yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat di dunia. Curah hujan merupakan faktor iklim yang dapat berpengaruh pada pertumbuhan dan hasil tanaman teh. Musim kemarau yang panjang lebih dari dua bulan kering biasanya menurunkan hasil pertanaman. Tujuan dari penelitian ini adalah pertama untuk mengetahui potensi hasil klon – klon PGL. Kedua untuk mengetahui ketahanan klon PGL terhadap kekeringan. Penelitian dilakukan di Afdeling Andongsili, Kebun Produksi Pagilaran pada ketinggian 980 m dpl menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok Lengkap dengan tiga ulangan. Klon TRI 2025 digunakan sebagai pembanding. Variabel pengamatan meliputi jumlah pucuk, hasil segar pucuk, hasil kering pucuk, bobot per pucuk dan kualitas hasil pucuk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat enam klon PGL yang memiliki hasil pucuk segar yang tinggi, yaitu PGL 3, PGL 4, PGL 10, PGL 12, PGL 15 dan PGL 17. Hanya PGL 4, PGL 12, PGL 15, dan PGL 17 yang tahan kering dengan penurunan hasil saat kondisi kering masing – masing 10,8%, 1,07%, 8,51%, dan 11,3%. Klon PGL yang tahan terhadap intensitas curah hujan yang tinggi hanya klon PGL 4 dengan penurunan hasil saat kondisi hujan adalah 5,58%. Pada umumnya kualitas hasil pucuk klon PGL masih rendah dibandingkan klon TRI 2025, namun hanya PGL 17 yang memiliki kualitas hasil pucuk yang hampir sama dengan TRI 2025.

Tea (Camellia sinensis (L.) Kuntze) is one of the beverage crop that consumed by people in the world. Rainfall is climate factor that affects to tea growth and yield. Long dry season that more than two dry months usually decrease yield. The aim of the research was to know yield potency of the PGL clones. Secondly to know the resistance of the PGL clones to drought. This research tested the PGL tea clones series of 1-17 in relation to drought. The experiment had been done in Andongsili sub-estate since October 2011 until January 2012. The research site located at altitude of 980 meters above sea level. Method was used Randomized Complete Block Design with three replication, TRI 2025 clone was used as a comparison. Observation variables consisted of total shoot, fresh shoot weight, dry shoot weight, fresh weight per shoot and shoot quality. The result showed that there were six clones had high yield, namely PGL series of 3, 4, 10, 12, 15, and 17. Clones resistance to drought were PGL series 4, 12, 15, and 17 by decreasing yield respectively 10,8%, 1,07%, 8,51%, and 11,3%. PGL 4 was defined as resistant clone to high rainfall, by decreasing yield of 5,58%. In general, the quality of the PGL shoot yield were lower than TRI 2025. Shoot quality of clone PGL 17 was similar to TRI 2025.

Kata Kunci : teh, klon, PGL, kekeringan

  1. S1-2012-253442-abstract.pdf  
  2. S1-2012-253442-bibliography.pdf  
  3. S1-2012-253442-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2012-253442-title.pdf