DAMPAK KEBERADAAN HUTAN SUAKA MARGASATWA PALIYAN TERHADAP PARTISIPASI PETANI (STUDI KASUS DI DESA KARANG ASEM, KEC. PALIYAN, KAB. GUNUNG KIDUL)
Binarno , lr. Djuwadi, M.S.
2006 | Skripsi | S1 KEHUTANANPerkembangan cara pandang pengelolaan kawasan yang dilindungi telah bergeser dari state-based management menjadi pengelolaan community-based management. Hutan suaka margasatwa Paliyan merupakan salah satu contoh yang sedang mengarahkan strategi pengelolaan berbasis multipihak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi sosial-ekonomi masyarakat petani di sekitar hutan suaka margasatwa Paliyan, dan mengetahui dampak keberadaan hutan Suaka Margasatwa Paliyan terhadap partisipasi masyarakat petani. Penelitian ini menggunakan metode metode kualitatif deskriptif, yang menekankan pada hasil wawancara mendalam (in dept interview) dengan instrumen berupa interview guide dan kuesioner. Sampel dalam penelitian ditentukan secara acak (random) terhadap petani penggarap lahan hutan SM Paliyan, yang berasal dari Desa Ka.rang Asem. Hasil pengumpulan inormasi terhadap responden dan situasi di f lapangan dianalisis secara deskriptif, yaitu melalui reduksi data, penyajian data dan kesimpulan atau intepretasi. Berdasarkan hasil penelitian di lapangan dapat disimpulkan sebagai berikut: untuk kondisi sosial ekonomi petani, persentase umur petani 76,6 % umur produktif dan 33,3 % umur tidak produktif, dengan rata-rata umur petani 53,3 tahun; tingkat pendidikan petani rata-rata rendah, yaitu tidak sekolah 33,3 %; berpendidikan SD 53,7 %; dan masing-masing 6,7 % untuk SMP dan SMA. Peke1jaan pokok responden adalah bertani, dengan kebanyakan pekerjaan sampingan adalah buruh dan berdagang. Kepemilikan lahan milik petani tergolong rendah, dengan rata-rata kepemilikan lahan milik 0,271 ha dan 0,216 untuk lahan garapan. Kepemilikan sapi rata-rata 0,8 ekor dan 1,5 ekor untuk kambing per kepala keluarga. Pendapatan per kapita per tahun sejumlah responden rata-rata sebesar Rp. 1.698.917, hasil rata-rata tersebut berdasarkan kategori termasuk dalam kategori nyaris miskin. Dampak keberadaan SM Paliyan yang memberikan keuntungan bagi masyarakat diantaranya: akses secara legal untuk berinteraksi ke dalam hutan kembali terbuka, potensi tenaga kerja petani dapat dimanfaatkan secara maksimal, meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan ekonomi petani, merupakan proses pembelajaran tentang konservasi dan lingkungan. Dampak yang memberikan kerugian bagi masyarakat diantaranya: memunculkan gab antar petani, mendorong orientasi petani ke arah kepentingan ekonomi semata dan dapat memicu konflik antar petani.
Growth of paradigm of area management protected have shifted from statebased management become the community-based management. Paliyan wildlife sanctuary represent one of example of which is instructing management strategy base on the multi-stakeholder. Intention of this research is to know the condition of socialeconomic of farmer society of around Paliyan wildlife sanctuary, and to know the impact of existence of the Paliyan wildlife to the farmer participation. This research use the descriptive qualitative method, emphasizing at result of circumstantial interview ( in dept interview) with the instrument in the form of interview guide and quesioner. Sample in research determined at random to yeoman of farm of Paliyan wildlife sanctuary forest, coming from Countryside Karang Asem. Result of information gathering to responder and situation in field analysed descriptively, that is through data discount, presentation of data and conclusion. Pursuant to research result in inferential field as follows: for the condition of farmer social economics, percentage old age the farmer 76,6 % productive age and 33,3 % unproductive age, with the mean old age the farmer 53,3 year; mount the low mean farmer education, that is do not have school 33,3 %; education of SD 53,7 %; and each 6,7 % for the SMP and SMA. Fundamental Work of responder is farm, by most side job is labour and trade. Ownership of farm own the farmer pertained to lower, with the mean of ownership of farm own 0,271 ha and 0,216 for the farm of forest. Mean ownership of ox 0,8 and 1,5 for the goat of per family head. Earnings per capita per year a number of mean responder of equal to Rp. 1.698.917, the mean result pursuant to category of it is included in category almost be impecunious. Affect the existence of Paliyan wildlife sanctuary giving advantage for society among other things: access legally for the interaction of into forest return opened, potency of farmer labour can be exploited maximally, improving economic prosperity and earnings of farmer, representing study process about conservation and environment. Impact giving loss for society among other things: peeping out gab usher the farmer, pushing farmer orientation up at economic importance and can trigger the conflict usher farmer.
Kata Kunci : Partisipasi; Dampak; Kollservasi.