ASPEK SOSIAL EKONOMI MASYARAKAT PADA PENGELOLAAN HUTAN RAKYAT SENGON (Paraseriantltes falcataria) ( Studi Kasus di Desa Bateh, Kecamatan Candimulyo, Kabupaten Magclang)
TAUFIQURROHMAN , Dr. Ir. Ris Hadi P., M.Agr,Sc.
2006 | Skripsi | S1 KEHUTANANPertumbuhan jumlah penduduk menyebabkan peningkatan tekanan terhadap sumberdaya lahan. Hutan rakyat merupakan salah satu alternatif pemanfaatan lahan yang mampu memenuhi kebutuhan kayu dan meningkatkan pendapatan masyarakat. Pengelolaan hutan rakyat tidak terlepas dari peran masyarakat dengan kearifan lokalnya yang menarik untuk dikaji lebih lanjut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kearifan lokal pengelolaan hutan rakyat sengon di Desa Bateh, peran kelembagaan masyarakat desa hutan rakyat, dan kontribusi hutan rakyat terhadap pendapatan petani. Penelitian menggunakan metcde survei dan analisis deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi ke lapangan, wawancara terhadap informan, dan penyebaran kuisioner terhadap petani hutan rakyat. Pernilihan responnen secara purpcsive sampling method sebanyak 40 orang di 3 dusun, yaitu Dusun Nglampu, Dusun Pager, dan Dusun Bateh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan hutan rakyat dilakukan secara turun temurun dengan menerapkan kearifan lokal masyarakat setempat. Peran kelembagaan baik yang bersifat formal maupun informal yang ada di Desa Bateh belum bisa memberi kontribusi yang nyata terhadap kegiatan pengelolaan hutan rakyat sengon. Hutan rakyat memberikan kontribusi sehP'-ar 29,97 % terhadap total pendapatan petani selama setahun, sehingga mempunyai prospek untuk dikembangkan menjadi pengelolaan hutan rakyat yang profesional dengan tetap berazaskan pada prinsip-prinsip kelestarian hutan.
The population growth has caused the increase of pressure over the land availability. Community is one alternative of the use of land that is able to fulfill the need of woods and to improve the community income. The forest management involves the community's role in a line with its interesting local wisdom discussed further. This research is to find out the local wisdom in sengon (Paraserianthes falcataria) community forest management in Bateh Village, the community institutional role in community forest, and the contribution of commWlity forest on farmers income. This research uses survey method and descriptive analysis. Data collection technique is done by conducting direct observation in fields, having interviews with the respondents, and spreading questionnaire to the farmers in the community forest. Forty respondents in 3 sub villages arc chosen by purposive sampling method as follows: Nglampu, Pager, and Bateh. The result shows that community forest management has been done from generation to generation by implementing community local wisdom. Institutional roles both informal and formal in Bateh village have not given a real contribution yet on sengon community forest management. The Community forest gives only 29.97 % towards annual farmer total income so that it has a prospective sector to be developed to become a professional community forest management based on the forest conservation principles.
Kata Kunci : Hutan rakyat, sengon, kearifan lokal, petani, pendapatan.