Laporkan Masalah

PEMETAAN DATA SURVEILANS TBC DEMI TERWUJUDNYA PROFIL SATU DATA KESEHATAN DI DINAS KESEHATAN KABUPATEN BANTUL

Muhammad Khoiri Indrajati Sujud, Dian Herawati, S.T, SST., M.P.H.

2023 | Tugas Akhir | D4 MANAJEMEN INFORMASI KESEHATAN

Latar Belakang : Profil Satu Data Kesehatan Kabupaten Bantul merupakan gambaran dari kondisi pembangunan kesehatan di Kabupaten Bantul. Pembahasan didalamnya termasuk mengenai penanggulangan penyakit menular, salah satunya adalah Tuberkulosis. Pemetaan pola persebaran kasus TB sendiri masih sangat diperlukan sebagai acuan tindakan penanganan kasus penyakit menular, dalam hal ini dapat dilakukan melalui pemetaan kasus Tuberkulosis menggunakan plaform sistem informasi geografis (SIG).

Tujuan : Pemetaan sebaran kasus Tuberkulosis berdasarkan faktor-faktor yang mempengaruhi peningkatan kasus Tuberkulosis.

Metode : Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross sectional dan analisis univariate, bivariate, multivariable, serta geospasial. Populasi dalam penelitian ini adalah data register pasien TBC seluruh pelayanan kesehatan yang tercatat oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul pada Tahun 2022. Pemetaan dilakukan dengan menggunakan aplikasi ArcGIS menggunakan teknik arsiran untuk memetakan pola sebaran kasus Tuberkulosis.

Hasil : Pemetaan kasus Tuberkulosis di Kabupaten Bantul pada Tahun 2022 berdasarkan data register pasien TBC menghasilkan pola sebaran yang berpusat pada daerah perkotaan dengan lebih banyak kasus lalu memudar di daerah pesisir pantai dengan fasilitas kesehatan yang lebih sedikit. Berdasarkan faktor penyebab kasus, kepatuhan pengobatan pasien memberikan pengaruh paling signifikan dengan hasil uji korelasi kuat sebesar 0,977.

Kesimpulan : Sebaran kasus Tuberkulosis berdasarkan pemetaan yang dilakukan menggambarkan pola yang berpusat pada Padukuhan Timbulharjo memiliki 49 angka kasus. Berdasarkan faktor penyebab meningkatnya sebaran kasus, faktor iklim tidak memberikan hubungan yang signifikan dimana penurunan pola sebaran disertai dengan kenaikan angka pada faktor iklim. Sedangkan faktor kepadatan penduduk, mobilitas, Google Trend, serta Kepatuhan pasien memberikan hubungan yang signifikan terhadap kenaikan pola sebaran kasus.

Background: Profile One Health Data of Bantul District is a picture of the condition of health development in Bantul Province. Talk about the prevention of infectious diseases, one of which is tuberculosis. Mapping the spread pattern of TB cases itself is still very necessary as a reference to the handling of infectious disease cases, in this case it can be done through the mapping of Tuberculosis cases using the geographic information system platform. (SIG).

Objective: Mapping the spread of cases of tuberculosis based on the factors that influence the increase in cases of TB.

Methods: Research uses quantitative methods with cross-sectional approaches and univariate, bivariated, multivariable, and geospatial analysis. The population in this study is the TBC patient register data of all health services recorded by the Bantul district health department in 2022. The mapping was done using the ArcGIS application using reasoning techniques to map patterns of the spread of Tuberculosis cases.

Results: Mapping cases of Tuberculosis in Bantul County in 2022 based on TBC patient registry data resulted in spread patterns centered on urban areas with more cases and then fading in coastal areas with fewer health facilities. Based on case-causing factors, patient treatment compliance gave the most significant impact with a strong correlation test result of 0.977.

Conclusion: The spread of cases of Tuberculosis based on the mapping carried out depicting the pattern centered on Timbulharjo’s council has 49 cases. Based on the causative factors of increased spread of cases, climate factors do not provide a significant relationship where a decrease in spread patterns is accompanied by an increase in numbers on climate factor. Population density factors, mobility, Google Trends, and Patient Compliance provide significant links to increased patterns of case spread.

Kata Kunci : Pemetaan, Myobacterium, Sistem Informasi Geografis, Tuberkulosis

  1. D4-2023-446920-abstract.pdf  
  2. D4-2023-446920-bibliography.pdf  
  3. D4-2023-446920-tableofcontent.pdf  
  4. D4-2023-446920-title.pdf